Berita

Ketua KPK Firli Bahuri/Net

Nusantara

Optimalisasi Penyelamatan Keuangan Negara, Firli Bahuri Sampaikan Tiga Fokus Kajian KPK

RABU, 30 MARET 2022 | 18:48 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara terus menerus mengoptimalkan bagaimana menyelamatkan keuangan negara, yang bocor akibat tindak pidana korupsi.

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan, dalam rangka itu KPK melakukan kajian pada sistem pengelolaan adminitrasi dan kajian untuk meningkatan efisiensi penggunaan APBN pada sektor fokus area KPK.

“Ada tiga sektor yang menjadi fokus kajian KPK,” kata Firli Bahuri saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Rabu (30/3).


Adapun fokus kajian pertama ialah pada sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak, kedua pada sektor yang berdampak signifikan pada keuagan negara dan juga pada sektor yang resiko korupsinya tinggi.

Firli manyampaikan, pada tahun 2020, KPK telah melakukan kajian terhadap Covid-19 dan program kartu pra kerja, kajian terkait Covid-19 dan bantuan subsidi upah, kajian terkait Covid-19 dan pengelolaan bantuan sosial juga kajian terkait dengan perbaikan data penerima bantuan sosial (bansos).

“Dalam kajian KPK terkait perbaikan data penerima bantuan sosial (bansos). Itu menyelamatkan potensi kerugian negara, dengan kerjasama dengan Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Sosial. KPK bisa memadupadankan data penerima bantuan sosial, sehingga kita bisa hemat Rp 10 ribu triliun perbulan, kalau satu tahun berarti Rp 127 triliun,” beber Firli.

Lalu pada tahun 2022, Firli memaparkan bahwa KPK menargetkan tujuh kajian. Yakni pada sektor perkebunan dan pertambangan, kajian tentang tata kelola pengadaan LKPP.

Kemudian, kajian mengenai tata kelola sektor pertambangan; batu bara, nikel, timah dan emas. Serta kajian pada Ibu Kota Negara (IKN), yakni KPK mengawasi bagaimana regulasi, pembiayaan, pengadaan dan pengalihan aset, corruption risk assaement dan penetapan tata ruang IKN.

Juga, lanjut Firli, KPK juga bakal melakukan kajian pada (TKDD), kajian pada holding BUMN dan kajian terhadap pengadaan di BUMN.

Sementara itu, Firli menyampaikan bahwa capaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melampaui target pada tahun 2021 sebesar 244 persen.

Dimana KPK berhasil memberikan Rp 246,299 miliar untuk negara dari PNBP, dan jumlah tersebut lebih tinggi dari target yakni sebesar Rp 100,9 miliar.

Sementara tahun 2022 KPK memasang target lebih tinggi dibanding tahun 2021 yakni sebesar Rp 141,7 miliar. Dari data per Maret 2022, kata Firli KPK telah mencapai Rp 91,967 miliar atau capaian sementara 64,9 persen.

Adapun PNBP ini, kata Firli bersumber dari pengungkapan gratifikasi pejabat negara, penanganan perkara yang dijalankan oleh KPK serta dari PNBP bersifat umum.

“Namun demikian KPK tidak akan pernah berpuas diri, dan terus akan meningkatkan pendapatan negara bukan pajak dengan beberapa strategi penyelamatan keuangan negara, termasuk juga pendapatan negara dari beberapa sektor,” pungkas Firli.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya