Berita

Pusat penampungan pengungsi dari Ukraina di Stasiun Kereta Utama di Wroclaw, Polandia, pada 8 Maret 2022/Foto:EPA-EFE/MACIEJ KULCZYNSKI

Dunia

UE: Anak-anak Ukraina dan Pengungsi Rentan Terjerumus dalam Perdagangan Manusia

SELASA, 22 MARET 2022 | 06:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ribuan orang melarikan diri dari Ukraina sejak Rusia melakukan invasinya pada 24 Februari lalu. Anak-anak dan perempuan mencoba mengungsi, mencari tempat yang paling aman dan menunggu pertolongan datang. Inilah yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kejahatan lain seperti perdagangan manusia.  

Komisioner Urusan Dalam Negeri Uni Eropa, Ylva Johansson, pada Senin (21/3) memberikan peringatan bahwa ada risiko besar yang dihadapi para pengungsi.

"Kami telah melihat beberapa laporan, ini benar-benar memprihatinkan. Kami tahu bahwa kami memiliki banyak anak yatim di Ukraina. Kami tahu bahwa kami memiliki anak-anak yang tanpa orangtua," kata Ylva Johansson kepada wartawan saat berkunjung ke Estonia, seperti dilaporkan Euro News.


"Ada risiko besar, anak-anak yang rentan diperdagangkan atau menjadi korban adopsi paksa. Kita semua tahu, ketika kita memiliki arus migrasi yang besar, selalu ada orang yang mengambil kesempatan dari situasi itu dan memanfaatkannya untuk tujuan yang buruk. Menjadikan perempuan rentan serta anak-anak sebagai korban perdagangan orang," tambahnya.

Hampir 3,5 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak Rusia memulai invasi pada 24 Februari, menurut data PBB.

Lebih dari dua juta telah pergi ke Polandia dengan 1,2 juta lainnya pergi ke negara-negara tetangga termasuk Rumania, Moldova, Hongaria, dan Slovakia. Sekitar setengah dari pengungsi di Polandia adalah anak-anak.

Johansson menekankan bahwa ada "laporan yang cukup mengkhawatirkan" dari LSM dan organisasi wanita Ukraina yang menyatakan bahwa beberapa wanita telah hilang.

"Mereka menjemput orang-orang di sisi perbatasan Uni Eropa ada di sana untuk membantu dengan tulus dalam solidaritas apa pun. Tetapi selalu ada oknum yang mencoba menyelinap masuk dan menggunakan kesempatan ini," katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan terus memantau para pengungsi untuk memcegah terjadinya kasus seperti itu lebih banyak lagi.

Menurutnya, paling penting saat ini adalah menyelamatkan anak-anak dan memastikan bahwa mereka akan dilindungi dan dirawat dengan cara yang baik oleh pihak yang berftanggung jawab.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya