Berita

Antrean warga Sri Lanka di tengah krisis ekonomi yang melanda negara tersebut/Net

Dunia

Dialog dengan Sri Lanka, China Pertimbangkan Suntik Dana Rp 35 T

SELASA, 22 MARET 2022 | 01:55 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

China dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menawarkan fasilitas kredit senilai 1,5 miliar dolar AS ke Sri Lanka. Menurut Dutabesar China untuk Sri Lanka, Qi Zhenhong, keputusan diharapkan segera diambil.

Keputusan itu dikatakan sebagai bagian dari upaya China untuk membantu mereka yang merupakan bagian dari agenda Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI)-nya di tengah krisis ekonomi terburuk sejak mereka merdeka.

Seperti dikatakan Zhenhong kepada wartawan, Senin (21/3), kedua belah pihak juga membahas pinjaman terpisah hingga 1 miliar dolar AS yang diminta oleh pemerintah Sri Lanka.


Dia menambahkan, negara Asia Selatan itu ditawari pinjaman sebesar 500 juta dolar AS dari China Development Bank pada 18 Maret.

Rencana pemberian pinjaman ini memang merupakan permintaan Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, agar China membantu merestrukturisasi pembayaran utang, ketika dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada Januari lalu.

"Kami percaya tujuan akhir kami adalah untuk memecahkan masalah, tetapi mungkin ada cara yang berbeda untuk melakukannya," ujar Zhenhong, menanggapi pertanyaan tentang restrukturisasi pinjaman China itu.

China adalah pemberi pinjaman terbesar keempat Sri Lanka, di belakang pasar keuangan internasional, Asian Development Bank (ADB) dan Jepang.

Selama dekade terakhir, China telah meminjamkan lebih dari 5 miliar dolar AS kepada Sri Lanka untuk pembangunan jalan raya, pelabuhan, bandara, dan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Tetapi para kritikus mengatakan, dana itu malah digunakan untuk proyek gajah putih dengan pengembalian rendah. Tuduhan itu kemudian dibantah oleh China.

Selain bergantung dengan China, Rajapaksa mengatakan, pekan lalu Sri Lanka akan bekerja dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu menyelesaikan krisis ekonomi negara itu dengan pembicaraan resmi yang akan dimulai pada pertengahan April.

Sri Lanka harus membayar utangnya senilai sekitar 4 miliar dolar AS tahun ini, termasuk obligasi negara internasional senilai 1 miliar dolar AS yang jatuh tempo pada Juli ini.

Tetapi cadangan devisanya turun menjadi 2,31 miliar dolar AS pada akhir Februari, turun sekitar 70 persen dari dua tahun lalu.

Negara ini kini berjuang untuk mengimpor kebutuhan pokoknya seperti bahan bakar dan obat-obatan dan memberlakukan pemadaman listrik nasional karena kurangnya bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya