Berita

Rizal Ramli (tengah) di kediaman Rahudman Harahap/Ist

Politik

Pesan Rizal Ramli di Kediaman Rahudman Harahap: Selesaikan Masalah dengan Kebijakan Pro Rakyat, Bukan Pro Proyek

SENIN, 21 MARET 2022 | 22:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Begawan ekonomi Rizal Ramli melakukan silaturahmi kepada sejumlah tokoh disela kunjungannya di Kota Medan, Sumatera Utara. Salah satunya, dia bertemu Rahudman Harahap.

Rizal Ramli bersilaturrahmi ke kediaman tokoh masyarakat Sumatera Utara itu, di Kompleks Tasbi Blok A No. 25, Kota Medan, pada Senin (21/3). Keduanya berdiskusi terkait perkembangan situasi bangsa kekinian.

Silaturrahmi dan diskusi tersebut, juga diikuti sekitar 70-an orang yang berasal dari aktivis mahasiswa, akademisi, tokoh pemuda, ormas dan ibu-ibu majelis taklim.


Rizal Ramli yang juga mantan Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Manusia di pemerintahan Presiden Joko Widodo ini menyampaikan, ia menyempatkan diri berkunjung dan berdiskusi karena Rahudman Harahap merupakan tokoh serta mantan Walikota Medan yang cukup berpengaruh di Sumatera Utara.

Soal kondisi bangsa, Rizal yakin pandemi Covid-19 akan segera berakhir. Sehingga saat ini saatnya Indonesia melakukan perbaikan kembali perekonomian yang telah sempat terpuruk.

Menurutnya, sejumlah strategi perlu dilakukan pemerintah agar pemulihan ekonomi bisa dilakukan lebih cepat. Ia pun mencontohkan sejumlah strategi yang pernah dilakukannya saat menjabat Menko Ekuin di era Presiden Gus Dur untuk mengatasi krisis ekonomi yang sebelumnya terjadi.

“Kuncinya, kita harus menyelesaikan masalah dengan kebijakan yang pro pada rakyat, bukan dengan proyek,” kata pemilik akronim RR ini.

Pemerintah, kata Rizal, harus bisa memperbaiki tingkat konsumsi masyarakat terlebih dahulu, karena konsumsi masyarakat merupakan penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar.

“Agar konsumsi masyarakat bisa meningkat, pemerintah harus membuat kebijakan yang berdampak pada meningkatnya pendapatan dan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah, lanjutnya, harus mengurangi ketergantungan impor pangan dengan cara menghidupkan petani. Seperti ketergantungan impor kedelai yang berdampak pada tingginya harga kedelai di pasaran, menjadi keluhan pengusaha tahu dan tempe.

Ketergantungan impor kedelai ini, kata dia, karena petani kedelai di Indonesia kurang mendapat dukungan. Harga kedelai petani hanya dihargai Rp 5.000 per kg, sedangkan harga kedelai impor harganya mencapai Rp11.000 per kg.

“Coba kalau harga kedelai petani dihargai Rp 9.000 saja per kg dan ditampung oleh Bulog, petani kita akan kembali bergairah menanam kedelai. Kalau kedelai kita kualitasnya kurang bagus dan produksinya lebih rendah, pemerintah harus bantu petani menyediakan bibit kedelai dari Brazil yang kualitas dan produksinya lebih tinggi,” jelasnya.

Begitu juga pada tanaman padi agar Indonesia bisa swasembada beras. RR menilai perlu penyediaan lahan pertanian, irigasi yang memadai, pupuk bersubsidi yang bisa diperoleh petani, agar hasil pertanian dan ekonomi petani meningkat yang berdampak pada meningkatnya daya beli.

Selain itu, Rizal Ramli mengatakan pemerintah harus meningkatkan kredit UMKM yang saat ini baru sekitar 18 persen menjadi minimal 30 persen dari total kredit perbankan nasional.

“Jumlah UMKM kita sangat banyak, jika kredit UMKM bisa ditingkatkan hingga 30 persen dampaknya sangat luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena daya beli mereka akan meningkat,” terangnya.

Rizal Ramli mengaku memiliki cetak biru dan rekam jejak bagaimana mengatasi masalah perekonomian di Indonesia. Sehingga, dia mengaku sangat siap untuk menjadi Presiden Indonesia demi perbaikan kondisi bangsa.

“Kita juga punya formula bagaimana mengatasi persoalan hutang Indonesia yang sangat besar. Setiap tahun kita harus membayar Rp 700 triliun lebih cicilan pokok dan bunganya. Itu sangat membebani APBN," tegasnya.

"Kami juga punya formula untuk mengatasi berbagai persoalan lain, dan itu pernah saya sampaikan ke orang-orang dekat Jokowi tapi kurang dianggap,” demikian RR.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya