Berita

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bertemu Habeck pada Minggu (20/3)/Net

Dunia

Qatar dan Jerman Resmi Jalin Hubungan Migas dan Energi

SENIN, 21 MARET 2022 | 18:59 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Jerman dan Qatar resmi menjalin hubungan kemitraan energi jangka panjang, di saat ekonomi terbesar Eropa itu berupaya untuk melepaskan ketergantungannya pada sumber energi Rusia.

Pada dasarnya Rusia adalah pemasok gas terbesar ke Jerman. Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk mengurangi ketergantungan energi Jerman pada Rusia sejak menginvasi tetangganya Ukraina.

Kemitraan ini diumumkan oleh pengadilan Qatar disaat, Emir (raja) Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bertemu Habeck pada Minggu (20/3), dan keduanya membahas cara untuk meningkatkan hubungan bilateral, khususnya di sektor energi.


Seorang jurubicara Kementerian Ekonomi Jerman di Berlin juga mengkonfirmasi kabar itu di hari yang sama, bahwa kesepakatan telah tercapai.

"Perusahaan yang datang ke Qatar dengan (Habeck) sekarang akan masuk ke dalam negosiasi kontrak dengan pihak Qatar," ujar jurubicara itu, seperti dikutip oleh Al-Jazeera.

Dalam pernyataan pengadilan Emiri itu, Qatar mengatakan selama bertahun-tahun mereka telah berusaha untuk memasok Jerman tetapi diskusi tidak pernah menghasilkan kesepakatan yang konkret.

Qatar juga mengatakan setuju dengan Jerman bahwa entitas komersial masing-masing akan terlibat kembali dan melanjutkan diskusi tentang pasokan gas alam cair (LNG) untuk jangka panjangnya.

Selain bertemu sang Emir, Habeck juga bertemu dengan Menteri Negara Urusan Energi Qatar, Saad Sherida al-Kaabi di Doha, di mana mereka membahas hubungan energi dan kerja sama antara Qatar dan Jerman.

Sebelumnya pada akhir Februari, Kanselir Jerman, Olaf Scholz mengumumkan pembangunan dua terminal baru untuk LNG sebagai tanggapan atas apa yang dikatakan beberapa kritikus sebagai ketergantungan berlebihan Jerman pada gas Rusia.

Terminal itu akan dibangun di Brunsbuttel dan Wilhelmshaven di Jerman utara.

Menyusul invasi Rusia ke Ukraina, Jerman menunda proyek pipa gas Nord Stream 2 yang dirancang untuk membawa gas alam Rusia langsung ke Jerman melalui Laut Baltik.

Jerman bermaksud untuk menghentikan produksi tenaga nuklirnya pada akhir tahun ini, membuat pengamat internasional mempertanyakan bagaimana ekonomi terbesar Eropa akan memenuhi semua kebutuhan energinya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya