Berita

Wakil Menteri Luar Negeri China, Le Yucheng/Net

Dunia

Wamenlu China: Sanksi Barat pada Rusia Tidak Masuk Akal

MINGGU, 20 MARET 2022 | 22:17 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Seorang pejabat pemerintahan China mengatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia atas Ukraina itu tidak masuk akal.

Wakil Menteri Luar Negeri China, Le Yucheng di dalam pernyataanya pada Sabtu (19/3), juga mengakui sudut pandang Rusia tentang NATO. Le mengatakan aliansi itu seharusnya tidak memaksakan dirinya untuk ekspansi ke Timur.

Meskipun China telah menyatakan keprihatinan tentang perang Ukraina, hingga kini China belum mengutuk tindakan Rusia di Ukraina atau menyebutnya sebagai invasi.


China juga menentang sanksi ekonomi terhadap Rusia atas Ukraina. Kata Le, seharusnya sanksi itu tidak diizinkan oleh Dewan Keamanan PBB karena dilakukan sepihak.

"Sanksi terhadap Rusia semakin keterlaluan dan tidak masuk akal," ujar Le di forum keamanan di Beijing.

Ia menambahkan bahwa warga Rusia kehilangan aset luar negeri tanpa alasan.

"Sejarah telah membuktikan berkali-kali bahwa sanksi tidak dapat menyelesaikan masalah. Sanksi hanya akan merugikan rakyat biasa, berdampak pada sistem ekonomi dan keuangan dan memperburuk ekonomi global," tegas Le.

"Misi keamanan absolut NATO itu justru mengarah pada non-keamanan absolut, Ini adalah konsekuensi memaksa kekuatan besar, terutama tenaga nuklir seperti Rusia ke ujung tanduk,” tambahnya.

Pernyataan Le ini disampaikan setelah percakapan telepon antara Presiden Amerika Serikat, Joe Biden timpalannya dari China, Xi Jinping pada Jumat, dimana AS memperingatkan China tentang konsekuensi jika mereka memberikan dukungan material untuk serangan Rusia.

Rusia pada dasarnya menuntut jaminan yang mengikat secara hukum dari NATO bahwa mereka akan menghentikan ekspansinya dan kembali ke perbatasannya pada tahun 1997.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy akhirnya mengatakan pada Rabu ini, bahwa Ukraina menghentikan tujuan lamanya untuk bergabung dengan NATO, demi mendapatkan keamanan dari negara internasional.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp5,86 Triliun Sepanjang 2025

Jumat, 06 Maret 2026 | 12:13

Trump Ketahuan Bohong 30 Ribu Kali Selama Empat Tahun Berkuasa

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:59

Fandi Ramadan Divonis 5 Tahun, Komisi III DPR Akan Panggil Penyidik dan Jaksa

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:59

Youth Choice Award 2026: Sinyal Pergeseran Fokus Asuransi ke Generasi Muda

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun ke Rp3,02 Jutaan Hari Ini

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:46

Vonis 5 Tahun untuk ABK Fandi Disambut Lega Komisi III DPR

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:33

Komisaris TASPEN Pastikan Penyerahan THR Pensiunan Berjalan Baik

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:31

Pemprov DKI Buka Posko THR Jelang Idulfitri

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:30

Prabowo Tegaskan BoP Masih Jadi Ikhtiar Indonesia Dorong Perdamaian Palestina

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:23

Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Jabodetabek

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:21

Selengkapnya