Berita

Politisi Gerindra, Fadli Zon dan pegiat media sosial Eko Kuntadhi/Repro

Publika

Duel Anggar, Fadli Zon vs Eko Kuntadhi

JUMAT, 18 MARET 2022 | 08:12 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

FADLI Zon membantah terlibat terorisme. Bantahan ia kirimkan ke media massa. Soal ia menyerahkan sumbangan Hilal Ahmar Society Indonesia pimpinan dr Sunardi, tersangka teroris ditembak mati Densus 88 di Sukoharjo, Rabu (9/3).

Bantahan Fadli tidak tiba-tiba. Akibat postingan pegiat medsos Eko Kuntadhi. Di akun Twitter @_ekokuntadhi publikasi Selasa, 15 Maret 2022. Tulisannya begini:

"Hilal Ahmar Society penanggung jawabnya adalah dokter yang kemarin ditembak Densus 88, karena melawan saat mau ditangkap."


"Lembaga ini adalah jaringan teroris yang banyak mengirim gerombolan ke Syuriah." Dilengkapi foto Fadli Zon menyerahkan kotak berisi bantuan dari Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) untuk warga Suriah.

Ibarat pemain olahraga anggar, tusuk, dan tangkis. Fadli yang biasanya selalu menusuk (dengan kritik ke pemerintah), kini ia ditusuk (dengan foto, 28 Mei 2015). Lalu, ia menangkis.

Tangkisan Fadli bentuk surat yang panjang. Di situ ia juga menyebut Presiden Jokowi. Begini:

"Sebagai Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Korpolkam, 2014-2019), setiap hari saya menerima berbagai delegasi bahkan hingga puluhan orang. Delegasi masyarakat yang saya terima mewakili berbagai spektrum golongan dan kepentingan, baik untuk keperluan audiensi, penerimaan pengaduan, maupun courtesy call."

Dilanjut: "Sebagai wakil rakyat, saya selalu bersikap terbuka terhadap seluruh anggota masyarakat, apa pun suku, ras, agama, serta afiliasi politiknya. Itu adalah bagian dari tugas representasi saya sebagai anggota DPR RI."

Fadli menyebut Presiden Jokowi menerima kedatangan terduga teroris Farid Okbah.

Begini: "Upaya untuk mengait-ngaitkan saya dengan terduga teroris adalah fitnah belaka. Secara politik, saya menganggap ini adalah fitnah yang kotor, sama seperti kalau ada orang yang mencoba mengaitkan Presiden Joko Widodo dengan terorisme hanya karena pernah menerima terduga teroris Farid Okbah di Istana."

Dilanjut: "Sebagai informasi, pada 29 Juni 2020 Farid Okbah pernah diterima Presiden Joko Widodo di Istana. Pada 16 November 2021, Farid Okbah ditangkap oleh Densus 88 sebagai terduga teroris. Apakah dua peristiwa yang berlainan itu bisa dikait-kaitkan?"

Tangkisan Fadli sekaligus menusuk, dengan mengambil contoh Presiden Jokowi.

Media massa lalu mengungkit pernyataan keras Fadli yang mengusulkan pembubaran Densus 88 Anti-teror Polri. Bahkan, terbaru, ketika tersangka teroris dr Sunardi ditembak mati Densus 88, Fadli melontarkan kritik sangat keras, mengaitkan dengan Pancasila, begini:

"Seharusnya kemanusiaan yang adil dan beradab, tetapi praktiknya kebiadaban yang tidak adil tanpa kemanusiaan," tulisnya di Twitter akun @fadlizon, Jumat, 11 Maret 2022.

Fadli menulis duka atas meninggalnya Dokter Sunardi: "Semoga almarhum dokter Sunardi mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin."

Media massa mengakitkan tangkisan Fadli dengan nada pembelaan Fadli terhadap Sunardi, relevan. Karena, selain baru terjadi, juga terkait HASI yang fotonya diungkap Eko Kuntadhi di atas.

Tusukan keras Eko Kuntadhi, adalah ini: Di foto tersebut Fadli bersama Angga Dimas Persada. Di foto, Fadli dan Angga tersenyum, memegang kotak paket sumbangan. Itu foto 28 Mei 2015.

Eko di Twitter: "Di sebelah Fadli itu adalah Angga Dimas. Dia sudah ditangkap Densus 88 karena keterlibatannya dalam jaringan teroris. Termasuk aktivitasnya dalam Hilal Ahmar Society Indonesia."

Ditelisik dari akun ppatk.go.id, bertulisan Mabes Polri, lengkap dengan logo Polri, ternyata, nama Angga Dimas Persada berada di urutan nomor 18 tersangka teroris yang ditangkap Polri.

Pada data tersebut dirinci. Nama lengkap: Angga Dimas Persada. Alias Angga Dimas Prasondha. Alias Angga Dimas Peshada.

Tempat tanggal lahir: Jakarta, 4 Maret 1985. Kewarganegaraan: Indonesia. Nomor Paspor: W344982. Keterangan: Teroris Anggota Jamaah Islamiyah. Status: Sudah ditangkap Densus 88 Polri.

Wartawan berusaha konfirmasi ke Mabes Polri. Ternyata Pori membenarkan, Angga Dimas tersangka teroris yang kini sudah ditahan polisi.

Dalam keterangan tertulis Polri yang diterima media massa, Angga Dimas Persada ditangkap Densus 88 Polri pada Rabu, 9 Maret 2022.

"Waktu penangkapan Rabu (9/3) sekitar pukul 08.02 WIB, tempat di Jalan Caraka Raya Kel. Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tanggerang Selatan."

Keterlibatan Angga dalam jaringan teroris Jamaah Islamiyah juga disebutkan jelas di keterangan tersebut.

"Masuk dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT) Nomor : DTTOT/P-1a/2040/XI/2015 tanggal 30 November 2015."

Angga anggota Hubungan Internasional kelompok Jamaah Islamiyah yang ditempatkan di Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) dan pernah diberangkatkan ke Suriah.

"Angga Dimas relawan HASI Ke-1 yang berangkat ke Suriah pada tanggal 31 Juli 2012 dalam misi menjalin hubungan dengan Free Syrian Army faksi ABU BADIK."

Soal Angga Dimas dalam foto bersama Fadli, tidak disebutkan dalam tangkisan Fadli. Ia hanya menyebutkan, bahwa ia mengenal orang HASI dalam rombongan pemberian bantuan itu, yakni Bachtiar Nasir, pendukung Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Bachtiar Nasir tidak ada di foto yang disebarkan Eko Kuntadhi. Yang ada, foto Fadli Zon bersama Angga Dimas Persada. Fadli menyatakan, tidak kenal dengan yang lain. Ia tidak menyebut nama Angga Dimas Persada.

Sebagai pemain anggar, Fadli kini terjepit. Oleh tusukan Eko Kuntadhi.

Karena foto yang disoal Eko, bukan Bachtiar Nasir. Melainkan, Fadli bersama Angga Dimas. Tapi, Fadli tetap harus menangkis.

Bagaimana kelanjutan permainan anggar ini, kita serahkan kepada Polri. Masyarakat harus percaya kepada Polri selaku penegak hukum.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya