Berita

Gudang minyak goreng/Net

Bisnis

Berdasarkan Nilai Keekonomian, Minyak Goreng Kemasan Harganya Dipastikan Naik

KAMIS, 17 MARET 2022 | 01:13 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pemerintah resmi menetapkan bahwa harga minyak goreng kemasan didasari dengan nilai keekonomian, sehingga tidak lagi terpaku dengan
harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter. Dengan begitu, harga minyak goreng kemasan dipastikan naik.

Salah satu supermarket di kawasan Setiabudi, Jakarta misalnya yang menjual minyak goreng kemasan premium dua liter seharga Rp43.900 hingga Rp44 ribu.

Kendati demikian, ada juga peritel yang belum memberlakukan harga baru. Salah satunya, Alfamart. Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengungkapkan perusahaan bakal mengirimkan stok minyak goreng dengan harga baru mulai besok.

Kendati demikian, ada juga peritel yang belum memberlakukan harga baru. Salah satunya, Alfamart. Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengungkapkan perusahaan bakal mengirimkan stok minyak goreng dengan harga baru mulai besok.

"Karena modalnya udah Rp21 ribu plus pajak dan sebagainya. Rasanya (harga minyak goreng kemasan) kurang lebih di atas Rp23 ribu, di bawah 24 ribu dikit tapi tergantung merek. Tapi yang umum, kurang lebih sekitar 23 ribu lebih," ujar Solihin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/3).

Sementara itu, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) memprediksi harga minyak goreng kemasan membuat harganya dapat menyentuh level Rp25 ribu per liter.

Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga menjelaskan, perkiraan harga berdasarkan keekonomian itu lantaran harga crude palm oil (CPO) senilai Rp15.864 per kilogram (kg). CPO sendiri merupakan bahan baku pembuatan minyak goreng.

"Jadi menurut kami perhitungannya kalau dengan harga CPO KPBN Rp15.864 per kg ini, minyak kemasan antara Rp24.800 sampai Rp25 ribu yang premium. Yang kemasan sederhana berkisar Rp22.900 sampai Rp23 ribu,” pungkas Sahat Sinaga.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya