Berita

Ilustrasi. /Net

Dunia

India Setuju 66 Proposal Investasi Modal Asing Senilai Rp 25 T

RABU, 16 MARET 2022 | 21:22 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Pemerintahan India pada Rabu (16/3), menyatakan bahwa mereka telah menyetujui 66 proposal investasi modal asing. Total dari modalnya diperkirakan bernilai 1,79 miliar dolar AS (sekitar Rp 25 triliun) dan datang dari negara-negara tetangga India.

Dikutip dari Reuters dan Mint, Menteri Negara untuk Perdagangan dan Industri India, Som Parkash mengatakan 66 proposal itu sejauh ini sudah diberikan persetujuan oleh pemerintahan.

66 proposal yang disetujui diantaranya berasal dari pabrik mobil (7), pabrik kimia (5), perushaan perangkat lunak dan perangkat keras komputer (3), perusahaan farmasi (4).


Selebihnya ada sektor pendidikan (1), perusahaan elektronik (8), industri pengolahan makanan (2), industri informasi dan penyiaran (1), pabrik peralatan mesin (1), perusahaan minyak bumi dan gas alam (1), perusahaan energi (1), dan sektor jasa (11).

Namun India yang berbatasan darat dengan China, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Bhutan, Myanmar, dan Afghanistan, tidak menyebutkan nama perusahaan atau negara mana pun dalam pernyataan resminya.

Selain 66 proposal tersebut, India telah menerima 347 proposal investasi asing sejak 2020. Namun selain dari 66 yang sudah disetujui, 193 lainnya telah ditolak.

Dikatakan total dari nilai 347 proposal itu mencapai 10 miliar dolar AS (sekitar Rp 143 triliun).

Sebelumnya pada April 2020, pemerintah India telah mewajibkan persetujuan parlemen untuk investasi asing dari negara-negara yang berbagi perbatasan darat dengan India.

Hal ini ditujukan untuk mengekang pengambilalihan perusahaan domestik akibat dampak pandemi Covid-19.
Sesuai dengan keputusan tersebut, proposal investor asing dari negara-negara tetangga itu memerlukan persetujuan pemerintah untuk investasi di India di sektor manapun.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya