Berita

Asro Kamal Rokan (kanan)/Ist

Publika

Nama dan Peristiwa di 5 Benua Dalam Buku "Granada, Menangislah"

RABU, 16 MARET 2022 | 10:03 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

SAMPAI sekarang, wartawan memang masih satu dari hanya empat profesi yang diakui publik. Penghargaan itu tentu terkait peran para wartawan pendahulu yang dalam sejarah Indonesia, boleh dibilang memang banyak hal.

Tidak hanya jadi pelapor (reporter), tapi mereka umumnya seniman, sastrawan, dramawan, politikus, dan tokoh pergerakan nasional yang ikut mendirikan republik ini.

Dalam sejarah perfilman nasional, Saeroen (1920-an sampai 1962) adalah jurnalis dan penulis pertama yang menulis cerita dan skenario film Indonesia.


Pada pertengahan tahun 1930-an Saeroen mendirikan koran harian Pemandangan dengan Raden Haji Djunaedi dan menulis editorial dengan nama Kampret.

Ketika koran tersebut dibubarkan, dia masuk ke industri perfilman dan memulai debutnya dengan menulis cerita dan skenario film "Terang Boelan" (1937) yang diproduksi Albert Balink.

Bapak Perfilman Indonesia, Usmar Ismail, juga seorang wartawan, Ketua Umum PWI, yang sangat dhormati. Di dunia pers dan politik tercatat dalam tinta emas nama-nama harum seperti Haji Agus Salim, Adam Malik, BM Diah, Rosihan Anwar, Mochtar Lubis, Manai Sophiaan, untuk menyebut beberapa nama.

Asro Kamal Rokan tampaknya mendapat "titisan" itu. Sebagai wartawan dia sudah pernah sampai di puncak karier dengan menjadi pemimpin redaksi Harian Republika dan Direktur Utama Kantor Berita Antara.

Dalam usia tak bisa dibilang muda, ia tetap berkarya mengekspresikan kegelisahannya sebagai wartawan sastrawan. Ketika mengawali karier sebagai wartawan, Asro memang bekerja di Harian "Merdeka" milik BM Diah yang kerap dijuluki "kawah candradimuka" wartawan Indonesia.

Kenyanglah dia ditempa di situ. Buku terbarunya "Granada, menangislah" sebagian merangkum pengalaman dia berkeliling dunia dan pandangannya sebagai wartawan merespons banyak hal.

Saat menyusuri Spanyol, menyusuri sejarah Andalusia, dia geber habis  sejarah kejayaan Islam selama 7 abad di Eropa. Dan, menutup kisah itu dengan lirih.

"Setelah berkeliling di Istana Alhambra, monumen terakhir kejayaan pemerintah Islam selama 781 tahun yang berakhir tragis, diikuti kekejaman dan intoleransi-- saya meninggalkan Granada dengan perasaan sangat pilu. Puncak Gunung Siera Nevada ditutupi salju. Dingin dan beku. Di perjalanan pulang menuju Madrid, terngiang kata-kata Aisyah, ibu Sultan terakhir Granada: menangislah terhadap apa yang tidak bisa kau pertahankan selayaknya lelaki. Dan, pengusiran, penyesalan, keterasingan, penghinaan terjadi karena keserakahan dan hasrat manusia pada kekuasaan yang tidak terbendung. Harga diri dan akal sehat telah hilang, merugi hingga kini," tulisnya.

Pesan itu kuat sekali menghunjam kalbu. Buku "Granada" yang diluncurkan bulan lalu, diterbitkan oleh PT Rajagrafindo, berisi 32 tulisan Asro tentang nama dan peristiwa dalam sejarah masa lampau dan kini.

Dengan pelbagai problema sosial politik, ekonomi dan hankamrata di Eropa, Amerika, Asia, Afrika, dan Australia. Semua menarik dan perlu dibaca. Teknik penulisan Asro mengagumkan ketika mendeskripsikan kota-kota dunia yang dikunjungi.

Asro kelahiran 24 Desember 1960. Sejak remaja, sudah menuliskan puisi, cerita pendek, dan essay di berbagai surat kabar terbitan Medan, Sumatera Utara.

Asro juga menulis naskah drama dan menyutradarai untuk stasiun TVRI Medan. Pantas napasnya panjang, tidak bergantung penugasan atau "baju dinas" -- hanya saat bekerja di media resmi dan terima gaji teratur -- baru berkarya.

Dalam buku itu saya menangkap juga ikhtiarnya, mengedukasi publik dan khususnya kalangan jurnalis agar tidak hanya berlaku turis. Hanya menyentuh permukaan suatu masalah. Hanya meng-upload di media sosial foto-foto penanda zaman di negara mana saja mereka berada.

"Tulislah tentang itu" kira-kira begitu pesannya. Setuju?

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Presiden Prabowo Minta Fokus Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 28 Januari 2026 | 20:15

BMKG: Cuaca Ekstrem Efek Samping OMC adalah Kekeliruan Sains

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:58

Kasus Penjual Es Gabus di Kemayoran Disorot DPR

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:54

Berikut Tiga Kesimpulan RDPU DPR soal Kasus Hogi Minaya

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:35

Disanksi Disiplin, Serda Heri Minta Maaf dan Peluk Pedagang Es Gabus

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:29

Pemuda dan Aktivis Mahasiswa Ingin Dilibatkan dalam Tim Reformasi Polri

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:20

Raja Juli Pantas Masuk Daftar List Menteri yang Harus Diganti

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Kacamata Kuda Hukum Positif

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Thomas Djiwandono Tegaskan Tidak Ada Cawe-cawe Prabowo

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:33

Lomba Menembak TSC Panglima Kopassus Cup 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:22

Selengkapnya