Berita

Jurubicara pemerintah Jepang Hirokazu Matsuno/Net

Dunia

Jepang Bekukan Aset 17 Individu Rusia, Termasuk Miliarder Viktor Vekselberg

SELASA, 15 MARET 2022 | 10:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah sanksi tambahan diumumkan oleh pemerintah Jepang terhadap Rusia. Di dalamnya terdapat 17 nama individu baru yang menjadi target.

Kementerian Keuangan Jepang pada Selasa (15/3) mengumumkan pembekuan aset untuk 17 individu Rusia, yaitu miliarder Viktor Vekselberg, 11 anggota Duma, dan lima anggota keluarga bankir Yuri Kovalchuk.

"Jepang akan bertindak sejalan dengan negara-negara G7 lainnya mengenai sanksi," kata jurubicara utama pemerintah, Hirokazu Matsuno, seperti dikutip Reuters.


Dengan pengumuman ini, maka terdapat 61 individu Rusia yang terkena sanksi Jepang sebagai imbas invasi Moskow ke Ukraina.

"Mengenai sanksi selanjutnya, kami akan terus mengawasi kondisi dan, bersama dengan negara-negara G7 lainnya, merespons dengan tepat," tambah Matsuno.

Selain terhadap individu, Jepang juga telah memberlakukan sanksi pada bank sentral Rusia dan tujuh bank swasta. Di samping berbagai individu, bank, dan organisasi Belarus yang dinilai memberikan dukungan terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Sebagai bagian dari pembatasan yang lebih kuat terhadap Moskow, Jepang juga mengatakan akan memperluas larangan ekspor ke Rusia dengan memasukkan 31 item seperti semikonduktor, peralatan komunikasi, sensor dan radar, serta 26 paket teknologi mulai pekan ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya