Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

India Diam-diam Terima Tawaran Diskon Minyak dari Rusia

SENIN, 14 MARET 2022 | 20:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sanksi keras dari Barat terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina tampaknya tidak membuat India gentar untuk mempertimbangkan membeli minyak dari Moskow.

Diungkap oleh salah satu pejabat pemerintah India, New Delhi tengah mempertimbangkan menerima tawaran Rusia untuk membeli minyak mentah dan komoditas lainnya dengan harga diskon dengan pembayaran melalui transaksi Rupee-Rubel.

"Rusia menawarkan minyak dan komoditas lainnya dengan diskon besar. Kami akan dengan senang hati menerimanya. Kami memiliki beberapa masalah seperti kapal tanker, asuransi, dan campuran minyak yang harus diselesaikan. Setelah kami memilikinya, kami akan mengambil tawaran diskon," ujar pejabat tersebut, seperti dikutip Reuters.


India mengimpor 80 persen kebutuhan minyaknya. Namun hanya sekitar 2-3 persen yang ia beli dari Rusia. Sepanjang tahun ini harga minyak naik 40 persen karena krisis energi dan sanksi yang diterapkan oleh Barat terhadap Rusia.

Beberapa pedagang internasional telah menghindari minyak Rusia untuk menghindari terjerat sanksi, tetapi pejabat India mengatakan sanksi tidak mencegah India mengimpor bahan bakar.

"Pekerjaan sedang berlangsung untuk membentuk mekanisme perdagangan rupee-rubel yang akan digunakan untuk membayar minyak dan barang-barang lainnya," lanjut pejabat itu.

Sejauh ini tidak diketahui berapa banyak minyak yang ditawarkan atau berapa banyak diskon yang ditawarkan oleh Rusia.

Selain India, sumber menyebut Surgutneftegaz Rusia mengizinkan pembeli China untuk menerima minyak tanpa memberikan jaminan pembayaran letter of credit (LC) untuk menghindari sanksi. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya