Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

SIPRI: Impor Senjata Negara-negara Eropa Naik 19 Persen di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina

SENIN, 14 MARET 2022 | 15:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Invasi Rusia ke Ukraina telah memicu krisis keamanan global. Akibatnya, pengiriman senjata ke Eropa melonjak, bahkan ketika perdagangan senjata global melambat.

Lonjakan pengiriman senjata ke Eropa itu diungkap melalui data dari lembaga think tank, Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), yang diunggah pada Senin (14/3).

Menurut SIPRI, transfer senjata utama menyusut 5 persen secara global pada periode lima tahun sebelum 2021. Tetapi impor ke negara-negara di Eropa meningkat 19 persen, pertumbuhan terbesar di kawasan dunia mana pun.


“Kemerosotan parah dalam hubungan antara sebagian besar negara Eropa dengan Rusia merupakan pendorong penting pertumbuhan impor senjata Eropa, terutama bagi negara-negara yang tidak dapat memenuhi semua kebutuhan mereka melalui industri senjata nasional mereka,” kata peneliti SIPRI, Pieter Wezeman, seperti dikutip Reuters.

Data menunjukkan, Inggris, Norwegia dan Belanda adalah importir terbesar Eropa.

Sementara impor senjata utama Ukraina sangat terbatas pada periode tersebut meskipun ada ketegangan dengan Rusia menjelang invasi Moskow ke Ukraina bulan lalu.

“Negara-negara Eropa lainnya juga diperkirakan akan meningkatkan impor senjata mereka secara signifikan selama dekade mendatang, setelah baru-baru ini menempatkan pesanan besar untuk senjata utama, khususnya pesawat tempur dari AS,” kata SIPRI.

Amerika Serikat tetap menjadi pengekspor senjata terbesar di dunia, meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 39 persen dari 32 persen.

Data SIPRI didasarkan pada informasi dan perkiraan transfer senjata internasional termasuk penjualan, hadiah dan produksi di bawah lisensi dan mencerminkan volume pengiriman, bukan nilai finansial dari kesepakatan.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya