Berita

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

AS: Rusia Minta Bantuan Militer dan Ekonomi China untuk Lanjutkan Invasi ke Ukraina

SENIN, 14 MARET 2022 | 09:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia dilaporkan telah memohon bantuan militer dan ekonomi dari China untuk melanjutkan invasi ke Ukraina.

Hal itu diungkap oleh pejabat Amerika Serikat (AS), seperti dimuat pertama kali oleh The Financial Times pada Minggu (13/3).

Menurut pejabat AS, Rusia meminta bantuan peralatan militer dan dukungan perang dari China, di samping bantuan ekonomi tambahan setelah Moskow menjadi target sanksi negara-negara Barat.


Namun tidak disebutkan jenis senjata atau bantuan militer apa saja yang diminta Rusia dari China.

Dikutip dari Politico, AS akan mengawasi China atas permintaan bantuan apa pun dari Rusia.

Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan memperingatkan China agar tidak membantu Rusia menghindari sanksi.

"Kami akan memastikan bahwa baik China, maupun siapa pun, tidak dapat memberikan kompensasi kepada Rusia atas kerugian ini," kata Sullivan.

Sullivan sendiri dijadwalkan untuk bertemu dengan anggota Politbiro Partai Komunis CHina, Yang Jiechi di Roma pada Senin (14/3).

Jurubicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu mengaku belum pernah mendapatkan informasi terkait permintaan bantuan Rusia. Tetapi ia menegaskan Beijing ingin penyelesaian damai dalam konflik Rusia dan Ukraina.

"Situasi saat ini di Ukraina memang membingungkan. Prioritas tinggi sekarang adalah mencegah situasi tegang meningkat atau bahkan lepas kendali," ujarnya.

Di tengah perselisihan dengan Barat, China dan Rusia telah memperdalam hubungannya. Presiden Xi Jinping dilaporkan telah bertemu Presiden Vladimir Putin sebanyak 38 kali, lebih banyak daripada kepala negara lainnya.

Secara tradisional, China meningkatkan pembelian peralatan militer dari Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi China memiliki kemampuan rudal dan drone canggih yang dapat digunakan Rusia untuk invasi ke Ukraina.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya