Berita

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Jake Sullivan./Net

Dunia

Penasihat Keamanan AS: Kami Berupaya Memastikan bahwa Ukraina adalah Kegagalan Strategis Putin

MINGGU, 13 MARET 2022 | 22:55 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Perluasan serangan Rusia ke sasaran baru di Ukraina dekat perbatasan Polandia mencerminkan rasa frustrasinya yang meningkat tentang kemajuan invasinya.

Demikian dikatakan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Jake Sullivan dalam interview khusus Face The Nation CBS pada Minggu (13/3).

Sulivan menegaskan, AS tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukannya ke Ukraina. Tetapi, AS akan mempertahankan setiap inci wilayah anggota NATO sambil meningkatkan bantuan kepada pejuang Ukraina, termasuk melalui penyediaan senjata anti-pesawat.


“Tentu saja, kami hanya membantu menyediakan alat. Keberanian dan keterampilan garis depan para pejuang ini pada akhirnya adalah apa yang membuat perbedaan dalam invasi ini,” ujar Sulivan.

Ia memuji keberanian dan keterampilan warga Ukraina yang sangat luar biasa yang berdiri dan membela kotanya.

“Kami akan terus mendukung mereka dalam upaya untuk memastikan bahwa Ukraina adalah kegagalan strategis bagi Vladimir Putin," ujar Sullivan.

Sulivan menambahkan, AS dan Sekutunya akan  terus meningkatkan tekanan pada Rusia. Ia juga memperingatkan, bahwa setiap langkah oleh China atau pihak lain untuk memberikan jalur kehidupan ke Rusia atau membantu mereka menghindari sanksi Barat akan menghasilkan “konsekuensi yang berat”.

Terkait isu penggunaan senjata kimia dalam perang di Ukraina, AS mengaku belum bisa mengkonfirmasi rumor itu.  

“Kami tidak dapat memprediksi waktu atau tempat. Yang bisa kami katakan adalah bahwa ada peningkatan retorika di pihak Rusia yang mencoba menuduh Ukraina dan AS berpotensi menggunakan senjata kimia atau biologi,” ujar dia.

Bagi AS, itu adalah indikator bahwa sebenarnya, Rusia sedang bersiap-siap untuk melakukannya (penyerangan dengan senjata biologis) dan mencoba dan menyalahkan di tempat lain.

“Itulah sebabnya kami pergi ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan di tempat lain untuk merampok Rusia dari kapasitasnya untuk menyematkan ini pada siapa pun selain diri mereka sendiri,” ujar dia.

Sulivan mengulangi pernyataan Presiden Joe Biden pada Jumat lalu, bahwa jika Rusia terbukti menggunakan  senjata kimia di Ukraina, mereka akan membayar dengan harga yang mahal.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya