Berita

Rudal BrahMos/Net

Dunia

India-Rusia Kembangkan Rudal Baru Berdaya Jangkau 800 Kilometer

MINGGU, 13 MARET 2022 | 22:16 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Perusahaan Dirgantara dan Pertahanan India-Rusia, BrahMos telah mengembangkan rudal jelajah supersonik jenis baru yang mampu menyerang target pada jarak lebih dari 800 kilometer dari situs peluncurannya.

“Jangkauan rudal BrahMos telah ditingkatkan dengan kemampuan mengudara lebih baik di ketinggian yang tinggi. Rudal kini dapat menempuh jarak yang lebih jauh dan dapat mencapai target pada jarak 800 km atau lebih,” ujar sumber BrahMos dalam interview eksklusif dengan Aninews, Minggu (13/3).

Rudal itu sebelumnya memiliki kemampuan penyerangan sekitar 300 kilometer setelah dilepaskan dari pesawat tempur Su-30MKI. Kemampuan taktisnya kini telah ditingkatkan dengan menambah kemampuan perangkat lunaknya.


Rudal BrahMos telah menjadi pusat perhatian, setelah insiden penembakan tak sengaja ke wilayah  Pakistan karena kerusakan teknis dari unit Angkatan Udara India selama Inspeksi Staf Udara Komando (CASI) di sana.

Rudal supersonik tanpa hulu ledak itu jatuh di Kota Mian Channu, Pakistan pada Rabu malam (9/3), dan menyebabkan kerusakan kecil pada properti dan peralatan sipil. Insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Pasca kejadian tersebut, India mengirimkan pernyataan kepada pemerintahan Pakistan  yang menyesali kecelakaan teknis itu.

Sebelumnya, Pakistan mencoba mengangkat isu salah tembak rudal itu ke tingkat internasional dan mempertanyakan keamanan persenjataan rudal India. Sementara, sumber BrahMos mengatakan rudal itu hanyalah rudal taktis.

Dilaporkan dari sumber setempat, Angkatan Udara India (IAF) telah melengkapi sekitar 40 pesawat tempur Su-30-nya dengan rudal jelajah BrahMos yang dapat menyebabkan kehancuran besar pada target strategis musuh.

IAF telah membawa pesawat-pesawat tersebut ke sektor utara dari pangkalan mereka di Thanjavurm, selama ketegangan wilayah perbatasan dengan China.

IAF juga mengoperasikan skuadron pesawat udara ke permukaan untuk melakukan serangan pin-point terhadap instalasi dan pangkalan vital musuh.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya