Berita

Anggota legislatif dari PDI Perjuangan Deddy Yevri Hanteru Sitorus/Net

Politik

Metodologi Big Data Menko Luhut Turut Dipertanyakan PDIP

MINGGU, 13 MARET 2022 | 11:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Big data yang digunakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk menggambarkan kecenderungan masyarakat ingin Pemilu 2024 ditunda dipertanyakan. Khususnya tentang metode ilmiah yang membuat big data itu patut untuk dijadikan rujukan tentang gambaran masyarakat.

Anggota legislatif dari PDI Perjuangan Deddy Yevri Hanteru Sitorus mempertanyakan metode apa yang digunakan dalam penyusunan big data tersebut. Khususnya tentang cara membuat kesimpulan bahwa interaksi di media sosial bisa menggambarkan pemilih PDIP mendukung wacana penundaan pemilu, sebagaimana turut disinggung Luhut dalam podcast Deddy Corbuzier.

“Metodologinya seperti apa? Percakapan di media sosial itu bagaimana maksudnya? Dia mengidentifikasi, tentu harus dipertanyakan dulu. Bagaimana dia bisa mengklaim, apakah melakukan analisa data yang benar?” begitu berondongan pertanyaan Deddy Sitorus saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (13/3).


Sebagai solusi agar Luhut lebih ilmiah dalam membuat simpulan, anggota Komisi VI DPR RI ini menyarankan agar dibuat sebuah forum diskusi publik untuk melihat pandangan ahli atau pakar politik mengenai isu penundaan pemilu 2024.

Kalau perlu, Luhut melakukan survei secara transparan tentang ketertarikan masyarakat mengenai wacana tersebut.

“Kalau mau mendalam ya lakukan survei lah, bukan big data percakapan di media sosial. Kalau perlu lakukan yang namanya FGD supaya mendalam,” tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya