Berita

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Olkiluoto 3./Net

Dunia

Swasembada Listrik, Finlandia Mulai Uji Coba Pembangkit Nuklir OL3

MINGGU, 13 MARET 2022 | 11:19 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Perusahaan Energi Finlandia, Teollisuuden Voima (TVO) pada Sabtu (12/3) memulai uji coba reaktor pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Olkiluoto 3 (OL3). Pembangkit dengan kapasitas maksimal 1,6 Giga Watt ini akan mengurangi ketergantungan Finlandia atas listrik impor.

Pembangkit OL3 memulai uji produksi hanya dengan kapasitas 0,1 GW. Nantinya, kapasitas akan ditingkat secara bertahap mencapai daya maksimal  1,6 GW hingga Juli mendatang.

"OL3 secara signifikan meningkatkan swasembada listrik Finlandia dan membantu dalam mencapai tujuan netralitas karbon," ujar operator TVO, seperti dilansir Reuters.


Saat beroperasi penuh, pembangkit OL3  diharapkan memenuhi 14 persen dari kebutuhan listrik Finlandia. Ini akan mengurangi signifikan impor listrik dari Rusia, Swedia dan Norwegia serta membuat harga listrik semakin murah.

"OL3 akan mengurangi ketergantungan impor Finlandia dan itu akan menjadi zona harga yang lebih murah," ujar ekonom Aurora Energy Research, Alexander Esser seperti diberitakan Kantor Berita RMOLNetwork.

Esser mengatakan, menurut data, impor bersih daya Finlandia memiliki rata-rata 13 terawatt jam (TWh) selama beberapa tahun terakhir. Angka itu akan turun menjadi 5 hingga 8 TWh pada tahun 2025, ketika pembangkit OL3 telah menopang defisit energi negara itu.

Perusahaan energi TVO dimiliki oleh utilitas Finlandia Fortum  dan perusahaan energi dan kehutanan yang lebih kecil.

Finlandia adalah satu-satunya negara Nordik yang memiliki defisit listrik yang besar. Konsultan energi dari Thema, Marius Holm Rennesund, memperkirakan harga listrik Finlandia akan turun menjadi 60 euro per megawatt jam (MWh) pada tahun 2023 dari rata-rata yang diperkirakan sebesar 70 euro/MWh pada tahun ini. Penurunan harga juga diharapkan datang dari harga gas yang lebih rendah.

“Pada 2024, biaya listrik Finlandia kemungkinan akan turun lebih jauh ke 45 euro/MWh,” pungkas Marius.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya