Berita

Presiden AS Joe Biden/Net

Dunia

Kirim Bantuan Militer Tambahan ke Ukraina, AS Gelontorkan Lagi Rp 2,8 Triliun

MINGGU, 13 MARET 2022 | 07:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) segera mengirimkan bantuan militer tambahan mencapai 200 juta dolar AS atau Rp 2,8 triliun ke Ukraina. Bantuan tersebut termasuk senjata kecil, anti-tank, hingga anti-pesawat.

Diungkap Gedung Putih, Presiden Joe Biden telah mengesahkan pengiriman bantuan keamanan tambahan tersebut pada Sabtu (12/3).

Sebuah memorandum presiden kepada Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyebut Biden mengarahkan hingga 200 juta dolar AS yang dialokasikan melalui UU Bantuan Luar Negeri untuk pertahanan Ukraina.


Dana tersebut dapat digunakan untuk senjata dan barang-barang lainnya dari stok Departemen Pertahanan, serta pendidikan dan pelatihan militer untuk membantu Ukraina melawan invasi Rusia.

“Ini memberikan bantuan militer segera ke Ukraina, termasuk anti-baju besi, sistem anti-pesawat, dan senjata ringan untuk mendukung para pembela garis depan Ukraina,” kata salah satu pejabat.

Menurut Reuters, bantuan tambahan tersebut membuat total bantuan keamanan AS ke Ukraina menjadi 1,2 miliar dolar AS sejak Januari 2021, dan menjadi 3,2 miliar dolar AS sejak 2014, ketika Rusia menganeksasi Krimea.

Ukraina telah meminta lebih banyak senjata anti-tank Javelin dan rudal Stinger untuk menembak jatuh pesawat.

AS senjata telah menarik dari stok senjata untuk memasok Ukraina berulang kali, dimulai pada musim gugur 2021 dan kemudian lagi pada Desember dan Februari.

Batch terakhir senjata yang disediakan oleh AS pada Februari termasuk anti-armor, senjata kecil, pelindung tubuh dan berbagai amunisi, serta sistem anti-pesawat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya