Berita

Buku Rachmat Gobel/Net

Publika

CATATAN ILHAM BINTANG

Jejak Digital Rachmat Gobel

JUMAT, 11 MARET 2022 | 07:46 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

JEJAK pengusaha nasional dan politisi Rachmat Gobel kini tidak hanya bisa ditemukan dalam peralatan rumah tangga dan perkantoran dengan merek dagang "Panasonic Gobel", tetapi juga di perpustakaan.

Penerbit "Buku Republika" dua minggu lalu meluncurkan buku "Rachmat Gobel Membangun Kemakmuran". Artinya, lewat buku ini kenyamanan  jasmani yang selama ini dijajakan pengusaha politisi itu sudah dilengkapi percikan pemikiran yang berfungsi sebagai gizi rohaniah.

Buku itu mengurai dua tahun perjalanan pengabdian pengusaha nasional Rahmat Gobel sebagai anggota parlemen dengan posisi sebagai Wakil Ketua DPR. Buku berukuran 13,5 x 20,5 cm dengan cover warna biru Partai Nasdem (partainya) sebagai latar foto medium close up Rachmat Gobel (selanjutnya RG).


Buku terdiri atas 5 bab. Berisi visi RG sejak belia, gaya diplomasi, kehidupan spritual, dan penghayatan terhadap fitrah kemajemukan kita. Kisah RG mulai menyusuri Belarusia, menapak jejak Soekarno di Uzbekistan demi pembangunan pertanian.

Uraian tentang ekonomi pisang, dukungan terhadap UMKM, membangun rumah susun untuk nakes dan santri sampai soal UU Ciptaker harus untungkan UMKM.

Kisah lainnya, bagaimana RG tetap menemui rakyat di masa pandemi, dan mendorong Indonesia mengisi pasar halal dunia. Ada sekitar 50 tulisan yang menguraikan kiprah RG dalam dua tahun sebagai anggota parlemen.

Filosofi Monozukuri


Kiprah Rachmat Gobel dua tahun di parlemen ditulis Nasihin Masha, seorang yang sangat saya  kenal sebagai wartawan senior dan serius. Nasihin mengawali karier jurnalistik dari bawah hingga pernah mencapai puncaknya sebagai pemimpin redaksi Harian Republika. Kini anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat (2018-2023).

Rahmat Gobel juga sosok yang amat saya kenal. Ia mengecam pendidikan formalnya  hingga meraih gelar Doktor Honoris Causa di Jepang. Sejak usia remaja, Rahmat kepincut filosofi Monozukuri bangsa Jepang, yang diyakininya sebagai akar kokoh yang menopang bangsa itu  unggul di dunia.

Monozukuri bermakna hanya “memberi yang terbaik” dalam bahasa Jepang. “ Mono” artinya cipta karya atau produk dan "zukuri" berarti yang terbaik.

Pengalaman saya lebih duapuluh tahun bersahabat dengan putera pengusaha dan politisi terkenal Thayeb Gobel itu, RG memang selalu memikirkan sesuatu dan mengusahakan segala sesuatu yang terbaik itu terwujud dalam pelaksanaannya. Dan, itu sudah seperempat abad dipraktekkan secara nyata dalam banyak hal. Ambil contoh, penyelenggaraan Panasonic Awards, penghargaan tahunan bagi insan pertelevisian di Tanah Air.

Monuzukuri memang berkait dengan konsep keunggulan, keahlian,  keterampilan, jiwa dan kebanggan atas pencapaian  karya- karya terbaik, yang bermanfaat bagi banyak orang. Persis seperti hadis Nabi, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Di dalam buku yang saya sebut sebagai jejak digital Rachmat Gobel, kita bisa mengikuti kiprah mantan Menteri Perdagangan ini memberdayakan masyarakat golongan ekonomi menengah.

Hanya saja, sayang penerbit  Buku Republika, tidak mengemas cetakan buku ini sekinclong kiprah Rachmat Gobel. Pilihan kertas tidak menopang foto-foto illustrasi yang mestinya bisa lebih bicara dibandingkan kata-kata. Padahal, sejak pengantar saja oleh kolumnis Fachry Ali, serta testimoni banyak tokoh, isinya "daging" semua.

Buku "Rachmat Gobel Membangun Kemakmuran" betapapun tetap menarik disimak.

Sejarah DPR RI dimulai sejak dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) oleh Presiden pada tanggal 29 Agustus 1945 (12 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia) yang kelak dijadikan sebagai hari kelahiran lembaga terhormat itu.

Berapa puluh ribu sudah tokoh masyarakat yang pernah berkantor di Senayan. Andaikata, sebagian saja menulis buku, membuat kesaksian seperti yang dilakukan Rachmat Gobel, rakyat niscaya akan memiliki kekayaan percikan pemikiran dari tiap individu anggota yang terhormat itu.

Rakyat pun bisa mengikuti perbenturan pemikiran dalam setiap kelahiran regulasi. Kita bisa mengenal secara mendalam bobot pemikiran tokoh-tokoh yang memperjuangkan rakyat.

Sebenarnya, menulis memoar akan menolong mereka juga dari penyakit lupa sehingga sering ugal-ugalan mengutak atik konstitusi.

Sekurangnya, sebagai  balasan atas perjuangan rakyat dan bayaran atas ongkos mahal yang kita belanjakan setiap pemilu. Bukan hanya secara materiil, tetapi bahkan korban jiwa ratusan meninggal pada Pemilu 2019 lalu. Rachmat Gobel, salah satu yang terpilih dari perhelatan akbar tiga tahun lalu itu.

"Usahakan menulis setiap hari. Niscaya, kulit Anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaat yang luar biasa". Kata Fatima Mernisi.

Dia seorang feminis Muslim yang berasal dari keluarga menengah di Fes yang banyak melahirkan karya tentang kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya