Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bangun Militer Besar-besaran, Australia Siap Tambah 30 Persen Pasukan pada 2040

KAMIS, 10 MARET 2022 | 09:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Australia mengumumkan pembangunan militer terbesar. Pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison berencana meningkatkan personel pasukan pertahanannya hingga 30 persen pada tahun 2040.

Berbicara selama konferensi pers di sebuah barak tentara di Brisbane pada Kamis (10/3), Morrison mengatakan akan menambah 18.500 personel menjadi 80.000 selama periode 18 tahun.

Untuk mencapai rencana tersebut, pemerintah akan mengalokasikan biaya sekitar 38 miliar dolar Australia, seperti dikutip The Defense Post.


"(Ini) adalah peningkatan terbesar dalam ukuran pasukan pertahanan kita di masa damai dalam sejarah Australia," ujar Morrison.

Morrison mengatakan pembangunan militer adalah pengakuan pemerintahnya atas ancaman dan lingkungan yang tengah dihadapi sebagai sebuah negara demokrasi liberal di Indo-Pasifik.

Rencana ini mengikuti peningkatan kekuatan yang telah dilakukan sebelumnya. Pada September lalu, Australia mengumumkan akan memperoleh kapal selam bertenaga nuklir di bawah aliansi pertahanan Australia-Inggris-AS yang baru, AUKUS.

Morrison mengatakan beberapa pasukan baru akan mendukung armada kapal selam masa depan.

Selain itu, Australia berencana untuk mempersenjatai kapal selam dengan senjata konvensional tetapi belum memutuskan rincian program, termasuk apakah akan memilih armada berdasarkan kapal selam serang bertenaga nuklir AS atau Inggris.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya