Berita

Pemerhati isu internasional, Teguh Santosa dalam program RMOL World View pada 8 Maret 2022/Repro

Dunia

Teguh Santosa: Jangan Sampai Serangan Rusia jadi Preseden Bagi Separatisme dan Invasi Asing

RABU, 09 MARET 2022 | 08:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sikap pemerintah Indonesia yang menyetujui Resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menuntut agar Rusia berhenti menyerang Ukraina dinilai sudah baik.

Pemerhati isu internasional, Teguh Santosa berpendapat, serangan Rusia terhadap Ukraina perlu ditanggapi serius lantaran dikhawatirkan dapat memicu isu-isu keamanan lain.

"(Jika dibiarkan) akan memberikan contoh tidak baik dan membiarkan invasi Rusia menjadi preseden," ujarnya ketika berbincang-bincang dalam program RMOL World View di Kopi Timur, kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (8/3).


Jika mengacu pada situasi saat ini, dosen ilmu hubungan internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menuturkan, invasi Rusia harus dicegah agar tidak menjadi preseden bagi isu separtisme dan invasi asing.

"Kita lihat di Laut China Selatan, itu akan jadi pintu masuk. Dan separatisme juga isu yang harus kita perhatikan," kata Teguh.

Hingga saat ini, lanjut Teguh, masih ada kekuatan besar asing yang berusaha menguasai Laut China Selatan. Sementara isu-isu separatisme juga berkembang di berbagai penjuru dunia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan apa yang ia sebut sebagai "Operasi Militer Khusus" ke Ukraina pada 24 Februari. Itu terjadi berselang dua hari setelah Putin mengakui Donetsk dan Luhansk di Donbass sebagai negara yang independen.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya