Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jenderal Senior Naravane: Konflik Ukraina-Rusia Jadi Pelajaran Penting bagi India

RABU, 09 MARET 2022 | 06:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konflik yang sedang berlangsung antara Ukraina dan Rusia menunjukkan bahwa perang konvensional sedang terjadi, dan itu menjadi pelajaran terbesar bagi angkatan bersenjata India.

Panglima Angkatan Darat India Jenderal MM Naravane menggarisbawahi bahwa perang dapat terjadi kapan saja, dan perang antara Rusia dan negara Eropa timur itu terjadi dalam ranah fisik.

"Apakah perang dilakukan di dunia maya atau melalui ruangan ber-AC?" Dia bertanya secara retoris, ketika diwawancarai media, seperti dikutip dati Timesnow.


Kemudian ia menegaskan lagi bahwa perang yang sedang berlangsung terjadi secara fisik dan di lapangan. Mengingatkan prinsip dasar keamanan, bahwa setiap negara harus memiliki sistem senjatanya sendiri,  
“Itu sebabnya kita harus siap secara operasional, siap dengan senjata pribumi, senjata asli khas negeri sendiri, untuk berperang di masa depan. Karena di masa depan, perang akan dilakukan dengan sistem persenjataan masing-masing negara," katanya.

“Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari perang Ukraina-Rusia yang sedang berlangsung. Krisis menunjukkan bahwa perang dapat terjadi kapan saja dan kita harus tetap siap menghadapinya. Perang tidak hanya bersifat non-kinetik, tetap juga bersifat fisik," kata Naravane.

Komentar Naravane muncul setelah mobilisasi pasukan besar-besaran baik dari Ukraina maupun Rusia. Pasukan Rusia menerima perlawanan keras dari pasukan Ukraina di lapangan dalam perang yang tampak konvensional. Memaksa Moskow untuk mengandalkan sistem senjata dan senjatanya sendiri.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya