Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Platform Cryptocurrency Blokir 25.000 Akun Rusia

SELASA, 08 MARET 2022 | 16:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sederet sanksi terus mengepung Rusia atas keputusannya menyerang Ukraina. Sanksi terbaru itu datang dari Coinbase, platform pertukaran Cryptocurrency.

Mereka mengumumkan bahwa pihaknya telah memblokir ribuan akun yang terkait dengan Rusia. Situs tersebut juga telah berjanji untuk mendukung sanksi yang dijatuhkan oleh Barat terhadap Rusia.

“Hari ini, Coinbase memblokir lebih dari 25.000 akun yang terkait dengan individu atau entitas Rusia yang kami yakini terlibat dalam aktivitas terlarang, banyak di antaranya telah kami identifikasi melalui penyelidikan proaktif kami sendiri,” perusahaan mengumumkan pada Senin, seperti dikutip dari RT, Selasa (8/3).


Meskipun tidak merinci jenis aktivitas terlarang yang diduga melibatkan akun-akun tersebut, Coinbase mencatat bahwa alamat yang dikenai sanksi telah diserahkan kepada pihak berwenang AS.

“Setelah kami mengidentifikasi alamat ini, kami membagikannya kepada pemerintah untuk lebih mendukung penegakan sanksi,” kata perusahaan tersebut.

Coinbase lebih lanjut mengklaim bahwa sanksi Barat “memainkan peran penting dalam mempromosikan keamanan nasional dan mencegah agresi yang melanggar hukum,” dan mengatakan perusahaan “sepenuhnya mendukung upaya ini oleh otoritas pemerintah.”

CEO Coinbase Brian Armstrong mengumumkan pekan lalu bahwa perusahaannya mematuhi sanksi terhadap Rusia dengan memblokir rekening warga Rusia yang merupakan klien dari beberapa bank besar Rusia yang terkena hukuman.

Pada saat itu, dia bersikeras, bagaimanapun, bahwa pertukaran itu tidak "secara pre-emptive" memasukkan daftar hitam Rusia, dengan alasan bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses ke layanan keuangan dasar.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya