Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jepang Jatuhkan Sanksi Baru untuk Rusia dan Belarusia, Mulai dari Diplomat hingga Presenter TV

SELASA, 08 MARET 2022 | 15:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah sanksi terbaru dijatuhkan Pemerintah Jepang kepada sejumlah individu Rusia dan Belarusia, termasuk juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, anggota parlemen hingga presenter TV, mengutip konflik militer yang sedang berlangsung saat ini.

Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri Jepang mengumumkan hukuman pada Selasa (8/3) waktu setempat, mengatakan bahwa Tokyo akan sanksi 20 individu Rusia dan dua organisasi, serta 12 Belarusia dan 10 entitas di negara itu.

Sanksi tersebut sebagian besar akan berupa pembekuan aset dan pembatasan pembayaran lainnya. Itu juga mencakup tindakan yang lebih spesifik, seperti melarang ekspor peralatan penyulingan minyak ke Rusia.


Selain Peskov, sanksi juga menargetkan pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov dan pengusaha seperti Yevgeny Prigozhin, Gennady Timchenko dan Boris Rotenberg yang masing-masing dianggap memiliki hubungan dekat dengan Putin. Anggota keluarga Rotenberg dan Prigozhin lainnya juga dihukum, serta raja pertambangan Alisher Usmanov.

Kadyrov telah menjadi pendukung utama serangan Rusia ke Ukraina, baru-baru ini  ia meminta Putin untuk mengijinkan tentara asal Chechnya untuk merebut kota-kota besar Ukraina dari Kharkov hingga Kiev. Sekitar 12.000 tentara Chechnya sekarang berperang di Ukraina, menurut Kadyrov.

Nama lain yang masuk daftar sanksi Jepang adalah presenter TV Vladimir Soloviev. Meskipun kementerian tidak merinci alasannya untuk memberikan sanksi kepada setiap orang, Soloviev telah lama menjadi pendukung vokal presiden Rusia, termasuk beberapa kebijakannya di Ukraina.

Grup Wagner – kontraktor militer swasta Rusia – dan terduga pendirinya Dmitry Utkin juga dikenai sanksi, seperti halnya operasi click-farming yang dilakukan Badan Riset Internet.

Beberapa dari mereka yang termasuk dalam daftar hitam baru telah diberi sanksi oleh Uni Eropa dan negara-negara anggota lainnya, dengan pihak berwenang di Jerman dan Italia menyita aset atas nama mereka dalam beberapa hari terakhir.

Jepang sebelumnya mengumumkan hukuman terhadap Presiden Putin sendiri, di samping pejabat tinggi seperti Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu, menyusul daftar panjang negara yang telah membawa hukuman serupa sebagai reaksi atas serangan Rusia ke Ukraina akhir bulan lalu.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya