Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Partai Koalisi Sudah Tidak Seirama, Jokowi Bukan Lagi Gula-gula

SELASA, 08 MARET 2022 | 10:26 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penegasan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bahwa tidak ada pembahasan tentang penundaan pemilu di istana menandakan adanya keretakan dalam lingkaran Presiden Joko Widodo.

Sebab pernyataan itu tidak seirama dengan apa yang disampaikan elite partai koalisi pendukung Jokowi. Di mana Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sempat mendengungkan wacana penundaan Pemilu 2024.

"Partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo tampak sudah tidak seirama. Dukungan terhadap Jokowi sudah terbelah,” ujar pengamat politik Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/3).


PIhaknya mengurai indikasi adanya keretakan hubungan antara parpol koalisi dengan Jokowi terlihat dalam wacana penundaan pemilu 2024.

Beberapa partai, seperti PKB dan PAN, mendukung penundaan pemilu. Sementara partai koalisi lainnya, PDIP, Gerindra, dan Nasdem dengan tegas menolak wacana tersebut. Khusus PPP tampaknya masih melihat arah angin politik.

"Melemahnya dukungan partai politik akan semakin besar saat masa kekuasaan Jokowi mendekati berakhir. Partai koalisi akan perlahan-lahan meninggalkan Jokowi,” katanya.

Jamiluddin mengatakan, saat ini setiap partai koalisi akan konsentrasi menyiapkan kadernya untuk pilpres dan pileg 2024. Konsolidasi di internal dan kerja politik untuk partainya akan lebih diutamakan daripada mengikuti langkah politik Jokowi.

"Bagi partai pengusung, dukungan politik kepada Jokowi dikurangi seiring makin berkurangnya pembagian kue politik dan kue ekonomi yang didapat. Bagi mereka, Jokowi bukan lagi gula-gula politik yang harus didekati,” katanya.

Sebagian partai koalisi, lanjut Jamiluddin, juga akan berpaling ke kandidat lain yang potensial menang pada Pilpres 2024. Mereka akan merapat dan memberi dukungan kepada capres yang akan diusung.

"Capres potensial ini dianggap sebagai guka-gula politik yang harus didekati agar pundi-pundi politik dan ekonomi nantinya diperoleh lebih besar. Semua itu akan membuat Jokowi dalam kesepian di tengah hiruk pikuk pilpres dan pileg,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya