Berita

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan/RMOL

Politik

Resistensi terhadap Zulhas Mulai Muncul di Internal PAN, Pengamat: Usulannya Coreng Citra Partai

SENIN, 07 MARET 2022 | 12:40 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Usulan penundaan Pemilu 2024 yang diutarakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mulai mendapat resistensi dari internal partai.

Sekretaris Majelis Penasihat Partai Wilayah (MPPW) PAN Jawa Barat, Ahmad Adib Zain, meminta Zulhas segera mencabut usulan kontroversialnya itu. Pun diminta meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena pernyataanya telah mencederai nilai-nilai demokrasi.

Dalam pandangan pengamat politik Universitas Singaperbangsa  Karawang (Unsika), Dr Eka Yusup, usulan Zulhas itu bisa merusak citra PAN sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan lahir dari gerakan Reformasi. Sehingga wajar ada resistensi dari internal partainya.


"Pernyataan Zulhas itu bisa membuat citra PAN kian merosot,” kata Eka saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Senin (7/3).

“Dia lupa sejarah (reformasi). Apalagi negera kita jelas menganut prinsip demokrasi,” imbuhnya.

Polemik yang saat ini terjadi tubuh PAN, lanjut Eka, bisa jadi karena macetnya mekanisme komunikasi di partai yang dulu sempat identik dengan nama Amien Rais itu.

“Idealnya, usulan penundaan Pemilu itu dibahas dulu di internal partai sebelum Zulhas bicara sama publik,” ujarnya.

Eka menduga, usulan penundaan Pemilu 2024 bukan keputusan partai, melainkan pendapat pribadi Zulhas.

“Melihat adanya gejolak yang muncul dari para kader PAN terutama di Jawa Barat, kayaknya penundaan Pemilu 2024 hanya usulan pribadi, bukan sikap partai,” pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya