Berita

Pengamat politik dan pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio/Net

Politik

Kambinghitamkan Covid untuk Tunda Pemilu, Hensat: Katanya Pemerintah Paling Berhasil Tangani Pandemi?

MINGGU, 06 MARET 2022 | 17:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Covid-19 dijadikan kambing hitam elit politik sebagai alasan untuk menunda pemilu 2024. Hal ini dinilai tidak logis, lantaran sejauh ini penanganan pandemi di Indonesia diapresiasi masyarakat bahkan dunia.

Selain itu, faktor ekonomi juga dirasa kurang etis dijadikan alasan. Karena, dalam kurun waktu dua tahun dihantam pandemi saat ini, ekonomi nasional dilaporkan stabil dibandingkan negara-negara lain.

“Karena alasannya itu loh ekonomi. Yang benar aja, tahun 2020 Pilkada itu dijadikan sebagai salah satu hal yang bisa meningkatkan atau memicu dari ekonomi,” tegas penggagas lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio dalam acara diskusi virtual KedaiKOPI bertemakan “Kata Pakar Bila Pemilu Ditunda” Minggu (6/3).


Hensat melihat justru pemerintah mendapatkan tepuk tangan dari dunia. Hal ini dinilai sangat kontradiktif antara fakta dengan wacana yang digulirkan untuk menunda pemilu dengan alasan Covid-19.

“Katanya pemerintah ini paling berhasil penanggulangan Covid-nya. Tapi giliran begini-begini Covid-19 dijadikan alasan. Dan lagi pula dari hasil survei kedai kopi, penanggulangan Covid-19 oleh pemerintah itu salah satu hal yang diapresiasi oleh masyarakat,” tandas Hensat.

Jika Covid jadi kambing hitam untuk menunda pemilu maka, menurut Hendri, orang yang mendukung dan mengapresiasi penanggulangan Covid bakal sakit hati.

“Itu pasti yang jawab puas penanggulangan Covid jadi marah semua karena kepuasan mereka terhadap penanggulangan Covid-19 itu dijadikan alasan untuk penundaan pemilu,” tutupnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya