Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jelang Pilpres Korsel, Korut Uji Coba Lagi Sistem Satelit Pengintai

MINGGU, 06 MARET 2022 | 10:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Utara mengaku telah melakukan tes penting untuk sistem satelit pengintainya. Itu terjadi menjelang pemilihan presiden di Korea Selatan.

Berdasarkan laporan KCNA hari Minggu, Administrasi Pengembangan Ruang Angkasa Nasional (NADA) Korea Utara dan Akademi Ilmu Pertahanan melakukan peluncuran di bawah rencana pengembangan satelit pengintai.

"Melalui pengujian, NADA mengkonfirmasi keandalan transmisi data dan sistem penerimaan satelit, sistem komando kontrol dan berbagai sistem kontrol berbasis darat," lapor KCNA.


Itu adalah peluncuran kedua dalam seminggu untuk menguji peralatan satelit, dan peluncuran rudal kesembilan tahun ini.

Tes pada Sabtu (5/3) dilakukan hanya beberapa hari menjelang pemilihan presiden pada Rabu (9/3) di Korea Selatan, di mana para pejabat bersiap untuk upaya Korea Utara untuk meluncurkan satelit mata-matanya ke orbit dalam waktu dekat.

Tes terakhir dilakukan pada 27 Februari, beberapa hari setelah Rusia memulai invasi ke Ukraina.

KCNA tidak merilis jenis roket yang digunakan, Tetapi pihak berwenang Korea Selatan menyebutnya sebagai rudal balistik.

Militer Korea Selatan mengatakan rudal Korea Utara mencapai ketinggian sekitar 560 km dan terbang 270 km.

Peluncuran itu menuai kecaman dari pemerintah di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang, yang khawatir Korea Utara sedang bersiap untuk melakukan uji coba senjata besar-besaran dalam beberapa bulan mendatang.

Mereka melihat peluncuran satelit Korea Utara sebagai tes terselubung dari teknologi rudal balistik yang dilarang oleh resolusi Dewan Keamanan PBB.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya