Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jelang Peringatan Pemberontakan 10 Maret, China Larang Warga Tibet Rayakan Losar

MINGGU, 06 MARET 2022 | 09:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China disebut-sebut semakin menekan warga Tibet, dengan melarang kegiatan keagamaan besar di biara-biara di dan dekat ibukota Tibet, Lhasa, selama Tahun Baru Imlek.

Meski berlandaskan kekhawatiran penyebaran Covid-19, para kritikus menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran lebih lanjut oleh China.

Pada 22 Februari, Biro Urusan Etnis dan Agama Lhasa mengumumkan larangan tersebut, menjelang periode peringatan jatuhnya Tibet pada Maret.


Selain melarang kegiatan keagamaan, pihak berwenang China secara teratur memperketat keamanan di Lhasa dan daerah Tibet lainnya karena khawatir akan protes terhadap pemerintahan Beijing.

Menurut Radio Free Asia, larangan tersebut berlaku di Drepung, Sera, Ratreng, Sharbumpa, Sengling, Dakpo dan Tsuglakhang.

Biro juga memerintahkan warga Tibet untuk tetap di rumah mereka dan menghindari perjalanan dan pertemuan selama Tahun Baru Imlek, yang disebut Losar, yang dimulai tahun ini pada 3 Maret.

“Pemberitahuan tersebut melarang warga Tibet melakukan semua kegiatan keagamaan utama yang biasanya dilakukan menjelang dan selama Tahun Baru,” kata mantan tahanan politik Tibet, Ngawang Woebar.

Menurut Woebar, pemerintah China menggunakan kebutuhan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 sebagai alasan selama Losar tahun lalu juga. Tetapi pada kenyataannya mereka hanya membuat langkah-langkah ini sebagai tindakan pencegahan menjelang peringatan 10 Maret, sebagai pemberontakan nasional melawan pemerintahan China.

Pada 10 Maret 1959, orang-orang Tibet di Lhasa bangkit memprotes pengetatan kontrol politik dan militer Beijing atas Tibet yang sebelumnya merdeka.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya