Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tidak Punya Sikap Tegas Terhadap Rusia, India Terancam Sanksi Washington

JUMAT, 04 MARET 2022 | 13:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina, pihak Washington saat ini sedang mempertimbangkan kemungkinan memberikan sanksi kepada India atas pembelian senjata Moskow oleh New Delhi.

Selain itu, Washington juga tengah menyoroti sikap New Delhi yang menolak menandatangani resolusi PBB untuk mengutuk Rusia pada pemungutan suara Majelis Umum PBB, Rabu (3/3).

Kemungkinan sanksi yang disampaikan Asisten Menteri Luar Negeri untuk urusan Asia Selatan Donald Lu datang di tengah dorongan Amerika kepada India untuk ikut mengecam Moskow atas konflik saat ini di Ukraina.


"Presiden Joe Biden mencermati apakah akan menerapkan atau mengabaikan sanksi terhadap negara-negara yang membeli perangkat keras militer Rusia," kata Lu kepada Senat, seperti dikutip dari AFP, Jumat (4/3).

India baru-baru ini membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Moskow, yang melanggar undang-undang AS tahun 2017 yang disebut Countering American Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), yang disahkan sebagai tanggapan atas tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan AS.

“Saya dapat meyakinkan Anda bahwa pemerintah akan mengikuti undang-undang CAATSA dan sepenuhnya menerapkan undang-undang itu dan akan berkonsultasi dengan Kongres saat kami bergerak maju dengan salah satu dari mereka,” kata Lu.

“Sayangnya, saya tidak bisa mengatakan apa yang tidak bisa saya katakan adalah untuk menilai lebih dulu keputusan Presiden atau (sekretaris negara) tentang masalah pengabaian atau masalah sanksi, atau apakah invasi Rusia ke Ukraina akan mempengaruhi keputusan itu,” tambahnya.

Turki, sekutu NATO, telah menjadi "korban" sanksi CAATSA pada Desember 2020 dan dikeluarkan dari program pesawat tempur F-35, karena membeli S-400 dari Rusia.

Baik Washington dan Moskow telah merayu India dalam beberapa tahun terakhir. Rusia bahkan telah menandatangani sejumlah kontrak manufaktur, termasuk senjata dan vaksin Covid-19.

Sementara AS mengganti nama komando regionalnya menjadi “Indo-Pasifik” dan menyatakan New Delhi sebagai “mitra pertahanan utama” pada tahun 2016. India juga mengambil bagian dalam Dialog Keamanan Segiempat, sebuah kelompok yang mencakup AS, Jepang dan Australia dan bertujuan untuk melawan China. 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya