Berita

Miliarder Rusia Oleg Deripaska/Net

Dunia

Miliarder Rusia: Tirai Besi Sudah Diturunkan, Moskow Terancam Krisis Keuangan Paling Brutal dalam Sejarah

JUMAT, 04 MARET 2022 | 09:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tekanan demi tekanan berupa sanksi internasional yang keras yang dijatuhkan pada Rusia atas invasi ke Ukraina dipercaya akan menjerumuskan negara itu ke dalam krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Setidaknya begitu menurut miliarder Rusia Oleg Deripaska dalam pidatonya di forum ekonomi di kota Krasnoyarsk, Siberia, Kamis (3/3) waktu setempat.

“Saya memahami ini lebih baik daripada yang lain. Ketika orang berkata: Apakah mereka akan menjatuhkan 'tirai besi'?  Ya, tirai besi sudah diturunkan,” kata Deripaska, seperti dikutip dari AFP, Jumat (4/3).


'Tirai besi' adalah istilah era Perang Dingin, yang dikaitkan dengan Winston Churchill, yang digunakan untuk menggambarkan isolasi Uni Soviet dan negara-negara satelitnya dari Barat.

Tetapi Deripaska, yang merupakan orang terkaya Rusia di akhir tahun 2000-an, telah menggunakannya untuk merujuk pada sanksi baru yang dikenakan pada Moskow oleh AS, Uni Eropa, dan negara-negara lain sebagai tanggapan atas invasinya ke Ukraina.

Antara lain, pesawat Rusia telah dilarang dari wilayah udara Amerika dan Eropa, beberapa bank terbesar di negara itu telah terputus dari jaringan pembayaran global SWIFT, dan perusahaan asing besar seperti Apple dan Ikea telah menghentikan operasi mereka di Rusia.

“Krisis keuangan paling brutal” sedang menunggu Rusia selama beberapa tahun ke depan," tegasnya, menambahkan bahwa itu seperti setidaknya tiga kali lipat krisis yang terjadi tahun 1998.

Pada Agustus 1998 Rusia mengalami salah satu guncangan ekonomi terburuk dalam sejarah modernnya. Negara itu menyaksikan bank sentral Rusia mendevaluasi rubel dan gagal membayar utangnya.

Deripaska telah mengusulkan beberapa langkah untuk diambil Rusia untuk meluruskan berbagai hal dan “mulai mengangkat tirai besi lagi.”

“Langkah pertama adalah perdamaian. Langkah kedua adalah meluncurkan diskusi yang jujur ​​tentang di mana kita tinggal, bagaimana kita hidup, dalam kondisi apa, siapa yang bertanggung jawab atas apa, dan siapa yang menanggung risiko apa,” saran taipan aluminium, yang memperoleh kewarganegaraan Siprus pada 2017 tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya