Berita

Prfesiden Senegal Macky Sall/Net

Dunia

Tidak Semua Pengungsi Ukraina Disambut Gembira, Pelajar Afrika di Kiev Mendapat Perlakuan Diskriminasi

JUMAT, 04 MARET 2022 | 06:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Banyak negara yang membuka pintu untuk para pengungsi Ukraina di tengah ketegangan yang meningkat sejak hari pertama invasi Rusia. Namun, ternyata tidak semua pengungsi diterima dengan hangat.

Para pelajar asal Afrika yang tinggal di Ukraina mendapatkan perlakuan diskriminasi saat mereka hendak menyeberang ke Polandia. Mereka mengeluhkan sikap pasukan keamanan di perbatasan yang menandai para pelajar Afrika itu secara resial dan melarang mereka naik kereta api yang disiapkan untuk para pengungsi.

Laporan diskriminasi ini cukup menggemparkan di tengah seruan negara-negara Eropa yang berjanji akan menerima para pengungsi dari Uraina.


Ketua Uni Afrika (UA) dan Presiden Senegal saat ini, Macky Sall, dan Ketua Komisi UA Moussa Faki Mahamat, menyatakan keprihatinan atas laporan bahwa warga Afrika di sisi perbatasan Ukraina yang mencoba mencari perlindungan, ditolak menyeberangi perbatasan.  

Macky Sall dan Faki Mahamat mengatakan mereka mengikuti dengan cermat perkembangan di Ukraina dan menggarisbawahi bahwa semua orang memiliki hak untuk melintasi perbatasan internasional saat terjadi konflik. Dengan demikian, semua orang memiliki hak yang sama untuk menyeberang ke tempat yang aman dari konflik di Ukraina, terlepas dari kebangsaan atau identitas ras.

Faki Mahamat dalam pernyataannya mendesak semua negara untuk menghormati hukum internasional dan menunjukkan empati dan dukungan yang sama kepada semua orang mencoba menyelamatkan diri dari peperangan di negaranya.

Pada sesi khusus Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Selasa, utusan Afrika juga berbicara keras tentang perlakuan buruk terhadap warga negara Afrika yang mencoba melarikan diri dari Ukraina.

Beberapa siswa Afrika turun ke media sosial untuk mengecam diskriminasi yang mereka derita. Mereka mengatakan pasukan sengaja melewatkan mereka untuk mendahulukan 'kulit putih' menyeberang ke perbatasan ke Polandia.

Mereka mengatakan mereka dipaksa menghabiskan berjam-jam dan berhari-hari dalam suhu beku tanpa makanan atau fasilitas sanitasi.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya