Berita

Kalau Presiden Joko Widodo terus diam soal usulan penundaan Pemilu 2024, akan dianggap publik sebagai sinyal setuju/Net

Politik

Hanya Diam, Jokowi dalam Lubuk Hatinya Setuju Usulan Cak Imin dan Zulhas?

SELASA, 01 MARET 2022 | 16:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dianggap malu mengungkapkan kepada publik bahwa dirinya mendukung usulan penundaan Pemilu 2024, seperti yang disampaikan oleh Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Zulkifli Hasan alias Zulhas.

"Jokowi bisa jadi dalam lubuk hatinya yang paling dalam justru sama seperti yang diusulkan oleh Cak Imin dan Zulhas, namun malu untuk mengungkapkannya ke publik," ujar Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/3).

Karena, jarang terjadi seorang penguasa tidak menginginkan langgeng dan dapat terus mempertahankan jabatannya.


"Apalagi memang dari sisi signifikansi pembangunan memang dapat dinilai belum sesuai yang direncanakan sebelumnya, apalagi dengan adanya wabah Covid 19. Sehingga apa yang telah dicita-citakan oleh pemerintahan Jokowi terhambat," lanjut Saiful.

Sehingga, kata Saiful, bukan tidak mungkin indikator terhambatnya apa yang dicita-citakan itu dapat memberikan penilaian bagi publik bahwa pemerintahan Jokowi sebenarnya gagal.

"Tidak optimalnya penyelenggaraan pemerintahan Jokowi oleh karena adanya wabah Covid-19 bisa jadi sengaja dikambinghitamkan, sehingga menuntut adanya penundaan pemilu maupun perpanjangan masa jabatan," jelasnya.

"Saya kira hal tersebut yang menjadi persepsi publik dengan adanya wacana penundaan pemilu," pungkas Saiful.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya