Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pengamat: Sikap Cak Imin dan Zulhas Justru Mengundang Kebencian Publik

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 13:07 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sikap Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang meminta Pemilu 2024 ditunda dianggap sebagian masyarakat sebagai upaya mendongkrak popularitas partai dan ketokohan mereka di mata publik.

Namun, menurut pengamat politik Ujang Komarudin, cara tersebut tidak ampuh sama sekali.

Justru, Ujang melihat masyarakat bisa semakin membenci PKB dan PAN atas sikap kedua ketum tersebut yang mendukung penundaan Pemilu. Hal itu tersirat dari banyaknya penolakan masyarakat tentang ide penundaan Pemilu 2024.


"Tidak sema sekali, bahkan mengundang kebencian dari publik,” tegas Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/2).

Lanjut Ujang, Cak Imin dan Zulhas merasa cara seperti AHY dan Anies yang kerap di-bully masyarakat namun elektabilitasnya terus meningkat tajam, cocok digunakan untuk kepentingan 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini berpendapat, kasus yang dialami AHY dan Anies jauh berbeda dengan Cak Imin dan Zulhas. Cara yang dilakukan Cak Imin dan Zulhas dengan mengeluarkan ide konyol yang tidak disukai rakyat dinilai tidak akan bisa mendongkrak popularitas.

"Kasusnya beda. Dalam hal ini beda. Kalau di kasus perpanjangan masa jabatan presiden, semakin di-bully semakin amblas. Karena rakyat tak suka perpanjangan masa jabatan presiden,” tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya