Berita

Lambang Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)/Net

Politik

KAMI Lintas Provinsi: Usulan Pemilu Diundur Adalah Kejahatan Demokrasi

MINGGU, 27 FEBRUARI 2022 | 21:06 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Usulan penundaan Pemilu 2024 yang didengungkan elite koalisi mendapat tentangan keras dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Lintas Provinsi.

Mewakili KAMI Lintas Provinsi, Presidium KAMI Jawa Barat, Syafril Sjofyan bahkan menyebut bahwa ide dari pimpinan partai politik pendukung rezim oligarki untuk menunda pemilu tahun 2024 dan mengusulkan perpanjangan masa jabatan Presiden, bukan hanya pengkhianatan dari tujuan berbangsa dan bernegara.

“Tapi juga merupakan tindakan kejahatan demokrasi yang tidak memiliki landasan hukum dan telah mengangkangi ketentuan konstitusi sebagaimana yang telah dinyatakan dalam UUD RI Tahun 1945,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu sore (27/2).


Syafril Sjofyan lantas mengurai pernyataan sikap dari KAMI Lintas Provinsi yang turut ditandatangani sejumlah presidium daerah. Seperi dari KAMI Jawa Tengah, Mudrick SM Sangidu; KAMI DIY, Syukri Fadholi; KAMI Jawa Timur, Daniel M. Rasyid; AP-KAMI DKI Jakarta, Djudju Purwantoro; KAMI Banten, Abuya Shiddiq; KAMI Sumatera Utara, Zulbadri; KAMI Riau, Muhammad Herwan; KAMI Kalimantan Barat, H. Mulyadi MY; KAMI Sumatera Selatan, Mahmud Khalifah Alam; KAMI Sulawesi Selatan,
Geralz Geerhan; KAMI Kepulauan Riau, Drs. H. Makhfur Zurachman; KAMI Jambi, H. Suryadi; dan Sekretaris KAMI Lintas Provnisi, Sutoyo Abadi.

Syafril Sjofyan menjelaskan bahwa pihaknya menilai penjilat-penjilat kekuasaan dari beberapa petinggi partai koalisi, sedang melakukan rekayasa dengan memanipulasi atas nama aspirasi rakyat untuk meminta adanya penundaan Pemilu 2024.

“Tanpa sadar sebenarnya mereka sedang melakukan pembajakan aspirasi dan konstitusi yang akan menghancurkan demokrasi, tanpa dasar logika hukum yang benar,” tegasnya.

KAMI Lintas Provinsi memandang wacana perpanjangan jabatan presiden dan banyak jabatan publik lainnya melalui penundaan Pemilu 2024  adalah maladministrasi publik dalam skala raksasa, semata untuk kepentingan nafsu kekuasaan incumbent dan oligarki, bukan untuk kepentingan publik.

“Konstitusi UUD 1945 dengan pasal pembatasan jabatan presiden terang-terangan mau dikhianati,” lanjutnya.

Atas dasar itu, KAMI mendesak agar wacana penundaan pemilu yang sangat berbahaya segera dihentikan. Niat dan perilaku terang-terangan akan berbuat makar dan menghianati UUD 1945.

Kedua, KAMI meminta rekayasa politik berupa praktik politik siluman yang akan merusak tatanan negara dihentikan. Sebab praktik itu sekadar meloloskan dan memenuhi keinginan nafsu kekuasaan memperpanjang masa jabatan.

“Ketiga semua pihak harus menyadari pengunduran Pemilu 2024 itu bukan saja maladministrasi publik, tapi bakal menjadi malapetaka bagi bangsa dan negara di republik ini,” tutupnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya