Berita

Ketua KPK Firli Bahuri saat menghadiri reuni perdana SMP 085 Bhakti Pengandonan/Net

Publika

Dari SMP 085 Bhakti, Berbakti untuk Negeri

MINGGU, 27 FEBRUARI 2022 | 13:54 WIB | OLEH: H. FIRLI BAHURI

KESAN dan pesan dari seorang sahabat untuk Ikatan Persaudaraan lintas Alumni SMP Bhakti 085 Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Empat puluh tujuh tahun (lima windu) bersama sejak sejak 1975. Kebersamaan selalu menyemangati kita sesama alumni SMP Bhakti, Pengandonan. Kita memang disemangati kebersamaan, dengan kebersamaan untuk selamanya dan dengan bersama nama kita akan lebih kuat. Together forever and together stronger.

Waktu 40 tahunan itu bukan hanya angka-angka, tapi menunjukkan seberapa keras perjuangan kita meniti hidup dan kehidupan hingga kita tiba di suatu titik. Apa yang terjadi saat ini, tentulah karena andil perjuangan masa lalu dengan bimbingan para guru.


Kehidupan yang lalu, menentukan sekarang dan kehidupan sekarang mempengaruhi kehidupan kita yang akan datang. Future depends on what we do at present.

Kita sungguh meyakini bahwa satu kehidupan sungguh menentukan puluhan kehidupan kita selanjutnya. Kita juga harus meyakini bahwa jutaan langkah tergantung pada langkah pertama (millions steps is depends on the first step).

Begitu pula adanya kehidupan kita. Keberadaan kita akan terus bersama selamanya dan kita semua untuk anda dan anda semua untuk kita semua.

Together forever and just for you. Mungkin lagu-lagu inilah di era era kita dulu, yang syairnya lagu tersebut, yang sangat dengan kita.

Kita cukup piawai memilih lagu dan lagu tersebut sangat menyatukan jiwa kita. Lagu tersebut tiada lain together forever, dan just for you.

Dalam baitnya teruntai kata-kata:

Engkau dan aku selalu selamanya.
You and i always be forever.

Engkau akan selalu bersama.
You will always be together.
You and I never say goodbye
.

Engkau akan selalu milikku.
You will always be mine.

Kita akan bersama selamanya, hingga ajal tiba.
We will together forever, till dying day.

Begitu pahit dan getirnya kehidupan. Waktu 40 tahun-an bukanlah sebatas angka, tapi begitu sarat makna. Bahwa 40 tahun sudah dilalui untuk perjuangan hidup dan kehidupan yang tentu tidaklah mulus. Kalau boleh diibaratkan jalan, aka kita akan mengalami tikungan, bergelombang, turunan tajam, pendakian yang begitu amatlah berat. Namun kita semua tiba di titik sekarang dengan selamat.

Rekan-rekanku yang aku hormati. Kita terbiasa menghadapi derasnya hujan badai, karena itu kita tidak boleh menggigil karena hujan gerimis. Kalaupun kita sukses melaluinya, pastilah atas kuasa dan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam kesempatan memperingati 40 tahun lebih kebersamaan kita, Keluarga Besar Alumni SMP Bhakti Pengandonan, mari terus berbakti untuk negeri ini, mari kita terus berkarya untuk rakyat, bangsa, dan negara.

Kita tentu ingat filosofi, kenapa smp kita diberi nama “bhakti”. Semua didorong untuk berbhakti kepada negeri, membebaskan kita semua anak negeri dari kebodohan, ketertinggalan dan keterisolasian.

Ingatlah kawan, SMP Bhakti didirikan oleh 3 tokoh Pengandonan yaitu Pasirah Abdul Muid, Mantri Jenutup, dan tokoh Ujan Mas Bapak Pely.

SMP Bhakti dididirikan untuk memecah kebuntuan ketiadaan fasilitas sekolah di Kecamatan Pengandonan karena pada waktu itu rerata pendidikan warganya hanya lulusan SD.

Awal berdirinya SMP Bhakti tahun 1966 dengan 7 orang guru dan 15 orang murid. Sekolahnya dibangun dengan memanfaatkan lokal pasar yang dibuatkan dinding, semua alat-alat sekolah diadakan oleh guru tanpa bantuan pemerintah.

Semangat berbhakti kepada bangsa dan negara lah yang mengantar para siswanya, termasuk Firli Bahuri mengenyam sekolah menengah pertama tahun 1975 hingga 1979.

Melalui kesempatan ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru-guru kami. Di antaranya Bapak Matsum guru agama, Bapak Jatsir guru aljabar dan ilmu alam, Bapak Ujang guru olahraga, Bapak Maulana Robert guru sejarah, Ibu Rohani, dan Ibu Mawarni. Jasa-jasa guru begitu besar, kerana gurulah kami menggapai cita berkarya untuk bangsa negara, mengabdi utk negeri.

Demikian kata-kata dan pesan dari seorang sahabat, rekan, Firli Bahuri, alumni SMP Bhakti, Pengandonan, OKU, Sumsel.

FBI = Firli Bahuri untuk Indonesia. Terima Kasih.

Penulis adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya