Berita

Bendera Rusia dan China/Net

Dunia

AS: China Tak Bantu Rusia Hadapi Sanksi Berat Barat

MINGGU, 27 FEBRUARI 2022 | 13:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hingga saat ini, China tampaknya tidak memberikan bantuan kepada Rusia atas sanksi keuangan berat yang diberlakukan Barat terhadap Moskow.

Amerika Serikat (AS), bersama dengan Kanada, dan negara-negara Eropa telah sepakat untuk menjatuhkan sanksi terhadap bank sentral Rusia dan memutus bank-bank penting Rusia dari sistem perbankan global SWIFT.

Namun alih-alih membantu, menurut pejabat senior AS, beberapa bank China telah berhenti mengeluarkan Letter of Credit untuk pembelian komoditas dari Rusia, termasuk energi.


"Ini menunjukkan bahwa China tidak datang untuk menyelamatkan.. China cenderung menghormati kekuatan Sanksi AS," kata pejabat itu, seperti dikutip Reuters.

China adalah mitra dagang terbesar Rusia untuk ekspor dan impor, membeli sepertiga dari ekspor minyak mentah Rusia pada tahun 2020 dan memasoknya dengan produk manufaktur dari ponsel dan komputer hingga mainan dan pakaian.

Hubungan perdagangan China-Rusia telah tumbuh secara signifikan sejak 2014, ketika Barat pertama kali menjatuhkan sanksi terhadap entitas Rusia atas pencaplokan Krimea oleh Moskow.

Beberapa dari perdagangan itu dilakukan dalam mata uang yuan China, yang secara teknis dapat berada di luar sanksi yang ditujukan untuk memotong Rusia dari transaksi dalam dolar AS, euro, sterling, dan mata uang utama lainnya.

Menurut pejabat AS, jika China membantu Rusia menghindari sanksi, maka akan menjadi sinyal yang tidak menguntungkan bagi visi China. Itu lantaran Beijing dinilai mengakomodasi diam-diam atau eksplisit untuk invasi Rusia ke Ukraina.

"Itu akan merusak reputasinya di Eropa, bahkan seluruh dunia," kata pejabat itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya