Berita

Presiden Joko Widodo saat menerima restu dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjadi capres 2014 lalu/Net

Politik

Ada Perang Dingin Megawati Vs Jokowi di Balik Wacana Penundaan Pemilu

MINGGU, 27 FEBRUARI 2022 | 10:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Usulan penundaan pemilu yang didengungkan pejabat dan petinggi partai koalisi tidak hanya memperlihatkan keinginan untuk terus menempel kekuasaan. Tapi juga memperlihatkan adanya keretakan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Keretakan itu tergambar dari penegasan yang disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang tegas menolak Pemiu 2024 diundur.

Sementara para petinggi partai koalisi Jokowi, seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sudah terang mendukung penundaan pemilu. Begitu juga Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang sudah lebih dulu mengutarakan hal tersebut.


"Keretakan ini memperlihatkan perang dingin antara Jokowi vs Megawati," ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/2).

Menurut Muslim, Presiden Jokowi terlihat memanfaatkan Cak Imin cs yang mendukung penundaan Pemilu 2024 untuk berhadapan dengan Megawati dan kelompok yang ingin Pemilu tetap digelar pada 2024.

"Jika Jokowi tetap berada di belakang Cak Imin cs dan berjuang keras dengan berbagai pengkondisian, maka itu dapat dikatakan Jokowi sejatinya mau perpanjang kekuasaan dengan berbagai cara termasuk langgar konsitusi sekalipun," pungkas Muslim.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya