Berita

Warga Ukraina mencabut petunjuk jalan untuk mengecoh pasukan Rusia/The New York Times

Dunia

Warga Ukraina Berlomba Cabut Petunjuk Jalan untuk Kecoh Pasukan Rusia

MINGGU, 27 FEBRUARI 2022 | 10:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Ukraina telah mengerahkan warga sipilnya untuk bersatu melawan serangan invasi yang dipimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sejak Kamis (24/2).

Hingga Minggu (27/2), sejumlah wilayah di Ukraina telah dikuasai oleh pasukan Rusia yang terus maju menuju ibukota Kiev.

Dari laporan The New York Times (NYT), warga sipil Ukraina berlomba-lomba mambantu mencabut dan menghancurkan petunjuk jalan pada Sabtu malam (26/2).


Sesuai arahan militer, langkah tersebut diambil untuk mengecoh pasukan Rusia.

"Mereka diberitahu untuk menghancurkan jalan jika mereka melihat tank melewatinya, karena truk bahan bakar pasti akan mengikuti," lapor NYT.

Selain itu, warga juga diinstruksikan untuk membakar hutan jika melihat ada kendaraan Rusia di sana, serta menembak ban kendaraan militer Rusia jika memiliki senapan jarak jauh.

Pemerintah Ukraina telah mengeluarkan larangan ke luar negeri bagi laki-laki berusia 18 hingga 60 tahun. Sementara lebih dari 150 ribu wanita dan anak-anak dilaporkan sudah meninggalkan Ukraina.

Selain laki-laki, banyak perempuan juga turut andil berusaha mempertahankan negara. Pemerintah telah membagikan sekitar 18 ribu pucuk senjata dan amunisinya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya