Berita

Desakan agar Rusia disingkirkan dari sistem perbankan SWIFT/Net

Dunia

Bersama Eropa dan Kanada, AS Singkirkan Rusia dari Sistem Perbankan Global SWIFT

MINGGU, 27 FEBRUARI 2022 | 06:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) bersama sejumlah negara Eropa kompak menendang Rusia dari sistem perbankan global, SWIFT, sebagai sanksi terkuat yang dijatuhkan sejauh ini terhadap invasi Vladimir Putin ke Ukraina.

Dalam pernyataan bersama pada Sabtu (26/2), AS, Kanada, Inggris, Prancis, dan Jerman mengatakan langkah itu diperlukan untuk menuntut pertanggungjawaban Rusia atas serangan skala penuh terhadap Ukraina.

“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa bank-bank Rusia terpilih dihapuskan dari sistem pesan SWIFT,” kata pernyataan itu, seperti dikutip The Washington Times.


“Ini akan memastikan bahwa bank-bank ini terputus dari sistem keuangan internasional dan membahayakan kemampuan mereka untuk beroperasi secara global," tambahnya

Namun untuk menendang Rusia dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunications (SWIFT) memerlukan persetujuan dari 27 negara anggota Uni Eropa, ditambah AS dan Kanada.

Sejauh ini, banyak negara Eropa enggan menyetujuinya karena akan mempersulit pembelian minyak dan gas Rusia.

Jaringan pesan keamanan tinggi SWIFT yang menghubungkan ribuan bank di seluruh dunia. Dengan melarang Rusia dari SWIFT, negara-negara tersebut sangat membatasi aksesnya ke pasar keuangan.

Ini juga akan mempersulit Rusia untuk melakukan bisnis dengan negara lain ,dan setidaknya untuk sementara menghentikan pengiriman logam, minyak, gas, dan komoditas lainnya.

Pada 2012, Iran kehilangan akses ke SWIFT sebagai bagian dari sanksi atas program nuklirnya. Akibatnya, Iran kehilangan setengah pendapatan ekspor minyaknya dan 30 persen dari perdagangan luar negerinya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya