Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bank Dunia Siap Gelontorkan Bantuan Keuangan Cepat ke Ukraina

JUMAT, 25 FEBRUARI 2022 | 09:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Bank Dunia menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan keuangan kepada Ukraina di tengah krisis politik dan militer yang terjadi.

Dalam pernyataannya pada Kamis (24/2), Bank Dunia mengatakan akan menggunakan semua alat pembiayaan dan dukungan teknis untuk tanggapan cepat.

“Kami siap memberikan dukungan langsung ke Ukraina dan sedang mempersiapkan opsi untuk dukungan tersebut, termasuk pembiayaan yang disalurkan dengan cepat," kata Bank Dunia, seperti dikutip ANI News.


Presiden Grup Bank Dunia David Malpass mengaku prihatin dengan situasi yang tengah terjadi Ukraina. Ia mengatakan, perkembangan di Ukraina bisa berdampak pada ekonomi dan sosial secara luas.

"Kelompok Bank Dunia ngeri dengan kekerasan yang mengejutkan dan hilangnya nyawa sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi di Ukraina. Kami adalah mitra lama dari Ukraina dan berdiri bersama rakyatnya pada saat kritis ini," ujar Malpass.

Malpass membahas situasi dengan Dewan Direksi dan mengatakan bahwa mereka telah memobilisasi Platform Risiko Krisis Global mereka untuk mempercepat koordinasi di seluruh Grup Bank Dunia.

Malpass bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Munich untuk menegaskan kembali dukungan dan komitmen kuat Grup Bank Dunia kepada rakyat Ukraina.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya