Berita

Rusia memberikan kelonggaran utang untuk Kuba/Net

Dunia

Rusia Setuju Tunda Pembayaran Utang dari Kuba hingga 2027

RABU, 23 FEBRUARI 2022 | 11:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia memberikan persetujuan untuk menunda beberapa pembayaran utang oleh Kuba hingga 2027, membuktikan hubungan kedua negara semakin dalam.

Dalam pernyataan yang dirilis oleh Duma oleh majelis rendah pada Selasa (22/2), Rusia memberikan pinjaman senilai 2,3 miliar dolar AS ke Kuba dari 2006 hingga 2019. Pinjaman digunakan untuk investasi pembangkit listrik, logam, dan infrastruktur transportasi.

Anggota parlemen Rusia meratifikasi perjanjian untuk mengubah persyaratan pinjaman pada Selasa. Awalnya perjanjian ditandatangani dengan rekan-rekan Kuba di Havana pada tahun 2021, seperti dikutip Reuters.


Keputusan Rusia untuk melunakkan persyaratan pinjaman dilakukan di tengah krisis sosial dan ekonomi yang dihadapi Kuba.

Selama dekade terakhir, Kuba juga telah merestrukturisasi utang dengan China, Jerman dan Meksiko, serta Jepang.

Pada Oktober, Kuba mencapai kesepakatan dengan Klub Paris untuk menunda pembayaran utang tahunan yang jatuh tempo pada November hingga akhir tahun ini.

Sejak revolusi, kedua negara memiliki sejarah panjang kerjasama ekonomi dan militer, meskipun dalam beberapa dekade terakhir hubungan tersebut telah memudar.

Pekan lalu, Kuba menyatakan dukungan untuk Rusia terkait pertikaiannya dengan kekuatan Barat atas Ukraina.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya