Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno/Net

Politik

Mencoreng Indonesia, Sandiaga Minta Mafia Karantina dan Visa Disanksi Tegas

SELASA, 22 FEBRUARI 2022 | 20:10 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sikap tegas disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno terhadap mafia karantina dan pengurusan visa di Bali yang mematok harga e-visa di atas harga yang ditetapkan.

Sandiaga mengaku, pihaknya telah mendapat banyak laporan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) Warga Negara Asing (WNA) dirugikan oleh oknum yang diduga melakukan praktik mafia karantina dan pengurusan visa cepat.

"Kami akan tegas mengusut tuntas dan kami akan memberikan sanksi yang berat bagi para pelanggar atau pelaku mafia karantina dan mafia visa,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/2).


Sandi mengatakan, Bali sudah sangat diminati para wisatawan sejak kembali dibuka untuk wisatawan.

"Semenjak dibuka, mereka berbondong-bondong untuk mendapatkan visa (ke Bali) dan akhirnya tergiur dengan tawaran dari para agen tidak bertanggung jawab,” ujar Sandiaga.

Bagi Sandi, tindakan tersebut tidak hanya merugikan pelaku perjalanan WNA, melainkan juga mencoreng pariwisata Indonesia di mata dunia.

Oleh karenanya, untuk memberantas praktik mafia karantina, pemerintah perlu terus mengevaluasi dan mengoreksi kebijakan karantina PPLN WNA agar lebih nyaman.

"Termasuk menyiapkan regulasi dan prosedur operasi standar sebagai panduan operasional di lapangan. Juga prosedur melakukan PCR bagi PPLN ketika tiba di bandara," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya