Berita

Peta Uni Soviet/Net

Dunia

Pengakuan Donetsk dan Luhansk Menunjukkan Ambisi Putin Membangkitkan Uni Soviet

SELASA, 22 FEBRUARI 2022 | 18:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Rusia mengakui Donetsk dan Luhansk dinilai sebagai langkah untuk membangkitkan Uni Soviet.

Begitu peringatan yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov dalam pidato di hadapan tentara pada Selasa (22/2), seperti dikutip The Jerusalem Post.

"Kegelapan ketidakpastian telah muncul. Apa yang telah Anda ketahui selama delapan tahun, kini telah dilihat seluruh dunia. Kemarin musuh menunjukkan wajah aslinya," ujarnya, merujuk pada aneksasi Krimea pada 2014.


Reznikov mengatakan, satu-satunya yang bisa menghentikan kebangkitan Uni Soviet adalah Ukraina.

"Tantangan semakin sulit ke depan. Akan ada kerugian, kita harus melalui rasa sakit, mengatasi rasa takut dan putus asa. Tapi kita pasti akan menang karena kita berada di tanah kita dan kebenaran mendukung kita," tambahnya.

Peringatan serupa juga diserukan oleh Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di Ukraina pada Senin (21/2).

Ia mengatakan, langkah Presiden Vladimir Putin untuk mengakui Donetsk dan Luhansk merupakan pernyataan bahwa Moskow memiliki klaim sah atas semua wilayah Kekaisaran Rusia.

"Presiden Putin menegaskan bahwa Rusia hari ini memiliki klaim yang sah atas semua wilayah dari Kekaisaran Rusia, Kekaisaran Rusia yang sama dari sebelum Uni Soviet, dari lebih dari 100 tahun yang lalu," kata Thomas-Greenfield.

"Itu termasuk seluruh Ukraina," tambahnya.

Thomas-Greenfield mengatakan bahwa klaim tersebut juga akan mencakup Finlandia, Belarus, Georgia, Moldova, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Lithuania, Latvia, Estonia, sebagian Polandia dan Turki.

"Intinya, Putin ingin dunia kembali ke masa lalu, ke masa sebelum PBB. Ke masa ketika kerajaan menguasai dunia. Tetapi seluruh dunia telah bergerak maju. Ini bukan tahun 1919. Ini tahun 2022. PBB didirikan berdasarkan prinsip dekolonisasi, bukan rekolonisasi," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya