Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Albania, Kosovo, dan Bosnia Bantah Klaim Kirim Tentara Bayaran ke Ukraina

SENIN, 21 FEBRUARI 2022 | 11:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Albania, Kosovo, hingga Bosnia dan Herzegovina membantah klaim dari Rusia bahwa ketiga negara tersebut mengirim tentara bayaran untuk berperang melawan Moskow di Ukraina.

Klaim tersebut muncul ketika Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berusaha memverifikasi informasi tersebut, seperti diunggah di Russia Today pada Jumat (18/2).

"Kosovo dan beberapa bagian lain dari Balkan Barat menjadi sarang kejahatan. Ada teroris, pengedar narkoba. Tentara bayaran direkrut di sana untuk konflik militer yang dipicu oleh AS, antara lain,” kata Lavrov.


“Ada informasi bahwa militan dari Kosovo, Albania, serta Bosnia dan Herzegovina sedang direkrut untuk membuat Rusia kehilangan keseimbangan, termasuk mengirim mereka ke Donbass," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, ketiga negara Balkan mengecam pernyataan Lavrov dengan menyebutnya sebagai berita palsu.

"Tuduhan palsu Menlu Rusia Lavrov bahwa Kosovo menyediakan tentara bayaran ke Donbass adalah bagian tak terpisahkan dari kampanye disinformasi yang berusaha membenarkan agresi militer terhadap Ukraina. Kosovo berdiri bersama sekutunya dan Ukraina dalam membela kebebasan dan demokrasi," ujar kepala staf presiden Kosovo, Blerim Vela, seperti dikutip Eurasian Review.

Albania juga menolak klaim tersebut. Sementara Kementerian Keamanan Bosnia mengatakan tidak ada warganya yang pergi berperang bersama pasukan Ukraina.

“Kami akan mengirimkan penyelidikan resmi ke kedutaan Rusia di Sarajevo tentang pernyataan ini. Jika Lavrov memiliki beberapa informasi tentang kegiatan semacam itu di Bosnia, saya berharap, sebelum mengungkapkannya, dia membagikannya kepada dinas keamanan kami," kata Menteri Luar Negeri Bosnia, Bisera Turkovic.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya