Berita

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto/Net

Politik

Warga Marunda Buat Petisi, Jokowi dan Anies Diminta Turun Tangan Atasi Pencemaran Udara Akibat Batubara

MINGGU, 20 FEBRUARI 2022 | 22:47 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo diminta segera melakukan audit forensik terhadap perusahaan PT Karya Citra Nusantara (KCN) yang diduga sebagai penyebab terjadinya pencemaran air laut, tanah dan udara di wilayah Marunda, Jakarta Utara.

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto mengatakan, sebuah perusahaan patungan BUMN dan perusahaan swasta yang mendirikan satu perusahaan yaitu PT KCN.

Satyo menjelaskan, PT KCN diduga kuat sebagai perusahaan yang mengakibatkan air laut, tanah, dan udara di wilayah Marunda tercemar debu atau partikel batubara yang telah terjadi bertahun-tahun.


"Akibat adanya bongkar muat dan angkutan batubara serta operasional perusahaan yang tidak sesuai aturan menjadi biang kerok kontaminasi lingkungan disekitaran pelabuhan," ujar Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (20/2).

Menurut Satyo, keberadaan perusahaan tersebut sejak awal menimbulkan kontroversi. Bahkan, ada dugaan terjadi kerugian negara akibat "penguasaan aset negara" secara kamuflase dengan dalih investasi dan "berhak" atas konsesi puluhan tahun.

"Pemerintah dalam hal ini Kementrian Perhubungan sebagai regulator pelaksana kepelabuhanan di lokasi menempatkan seorang kepala KSOP, namun 'raja kecil' ini justru menutup mata terjadinya pelanggaran-pelanggaran dalam hal bongkar muat dan angkutan dari dan ke pelabuhan di kawasan yang harusnya dia sebagai wakil pemerintah menjadi pengawas dan pengadil di lapangan bilamana ada pelanggaran dari pengguna pelabuhan," jelas Satyo.

Dengan adanya petisi dari Forum Masyarakat Rusunawa Marunda yang mengeluhkan polusi debu batubara, Satyo meminta agar Presiden, Gubernur DKI dan Kementerian terkait turun tangan dan melakukan audit forensik terhadap keberadaan dan aktifitas perusahaan tersebut.

Analisa Satyo, masyarakat mengeluh karena mengakibatkan kerusakan lingkungan dan menjadi penyebab terganggunya kesehatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar pelabuhan.

Secara khusus, Satyo meminta pada Menteri Perhubungan untuk segera memecat Kepala KSOP Pelabuhan Marunda. Alasannya, karena diduga kuat melakukan pembiaran terjadinya aktivitas pelabuhan yang tidak sesuai aturan dan UU yang ada.

"Sehingga ekosistem lingkungan rusak dan mengakibatkan masyarakat banyak yang jatuh sakit," pungkas Satyo.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya