Berita

Bagi ekonom senior DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Babi di China Jadi Alasan Kedelai Mahal, Rizal Ramli: Mendag Asal Mangap

MINGGU, 20 FEBRUARI 2022 | 11:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Alasan dari Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengenai naiknya harga kedelai di tanah air dinilai asal dan tidak nyambung. Sebab, M. Lutfi mengungkit masalah di negera importir sebagai kambing hitamnya,

Mulai dari cuaca buruk El Nina di kawasan Amerika Selatan hingga kebutuhan besar di China gara-gara ada lima miliar babi baru. Di mana babi-babi itu membutuhkan pakan kedelai.

Bagi ekonom senior DR. Rizal Ramli, alasan dari Mendag Lutfi itu sebatas asal kena atau asal jeplak. Sebab, jawaban itu tidak menjawab sama sekali mengapa harga kedelai menjadi mahal di tanah air.


“Menteri Perdagangan asal mangap. Ngeles kok ngasal,” tutur Menko Perkonomian era Presiden Gus Dur itu lewat akun media sosial, Minggu (20/2).

Dalam uraiannya, Mendag sempat mengatakan bahwa babi di China semula memang tidak makan kedelai. Namun kemudian ada perubahan dan babi diberi pakan kedelai.

“Apalagi baru-baru ini ada lima miliar babi di peternakan China itu makan kedelai," katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa kebutuhan kedelai dalam negeri setiap tahun adalah 3 juta ton, sementara budidaya dan suplai kedelai dalam negeri hanya mampu 500 hingga 750 ton per tahunnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya