Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Net

Politik

Puji Ultimatum Tegas Jenderal Sigit, Iwan Sumule Minta Kapolda Jateng Dievaluasi

MINGGU, 20 FEBRUARI 2022 | 08:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ultimatum tegas yang diterbitkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat pujian dari Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule.

Dalam ultimatum ini, Jenderal Sigit meminta seluruh personel kepolisian untuk netral dan berdiri di atas semua golongan ketika menghadapi konflik sosial di masyarakat. Dia ingin agar polisi yang memiliki tugas pokok melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, bisa menjadi sosok yang bisa menyelesaikan masalah dalam segala situasi konflik.

“Sepaham. Demikian presisi,” puji Iwan Sumule kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (20/2).


Atas alasan itu juga, Iwan Sumule meminta kepada Jenderal Sigit untuk tidak tinggal diam dalam menyikapi aksi represif aparat saat gejolak Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo terjadi.

Salah satunya dengan mengevaluasi kinerja Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi yang turut menurunkan pasukan ke desa tersebut.

“Penanganan konflik pertanahan yang dipertontonkan oleh Kapolda Jateng di Desa Wadas mesti dievaluasi,” pintanya.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso sebelumnya mengungkap bahwa saat Wadas bergejolak, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi turut memerintahkan anggotanya dengan berbekal surat dari Kementerian PUPR No : UM 0401.AG.3.4./45 Tanggal 3 Februari 2022 Tentang Permohonan Pengamanan Pelaksanaan Pengukuran di Desa Wadas Kabupaten Purworejo Provinsi Jateng.

Selain itu ada juga permintaan pengamanan dari BPN Purworejo dengan surat Kementerian ATR/BPN Kabupaten Purworejo Provinsi Jateng Nomor: AT.02.02/344-33.06/II/2022 tertanggal 4 Februari 2022 Perihal Permohonan Personel Pengamanan Pelaksanaan Inventarisasi dan Identifikasi di Desa Wadas Kabupaten Purworejo.

Permintaan ini kemudian menjadi alasan pembenar aparat melakukan penangkapan semena-mena dan melakukan kekerasan terhadap warga Wadas.

IPW juga berharap agar permintaan pengamanan dan motif turunnya anggota Polri dengan jumlah banyak tersebut, ditelusuri oleh Komisi III DPR RI dengan membentuk Pansus Wadas dan Komnas HAM.

“Dengan mengkaitkan pertanggungjawaban Kapolda Jateng dalam tindakan penangkapan dan kekerasan anggota Polri di Desa Wadas berdasarkan UU HAM,” pinta Sugeng Teguh.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya