Berita

Penggusuran rumah warga Palestina di Sheikh Jarrah/Net

Dunia

Langgar Hukum Humaniter, PBB Desak Israel Hentikan Penggusuran Warga Palestina di Sheikh Jarrah

MINGGU, 20 FEBRUARI 2022 | 06:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akhirnya bersuara atas tindakan Israel yang mengusir warga Palestina dari rumah mereka di Tepi Barat.

Jurubicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut delegasi Israel telah bertemu dengan keluarga Palestina yang diusir dari rumah mereka selama 70 tahun di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

"Kami menindaklanjuti dengan cermat situasi di Sheikh Jarrah Yerusalem Timur dan kemungkinan mengusir warga Palestina dari rumah mereka," kata Dujarric, seperti dikutip Yeni Safak pada Sabtu (19/2).


Berdasarkan hukum humaniter internasional, ia menjelaskan, kekuatan pendudukan dilarang mendeportasi secara paksa orang-orang yang dilindungi, terlepas dari motif di balik deportasi tersebut.

Untuk itu, Dujarric mendesak pihak berwenang Israel untuk mengikuti langkah-langkah yang diperlukan dalam melindungi warga sipil, termasuk pengungsi Palestina.

“Sangat penting untuk mengurangi ketegangan dan menjaga kontrol diri dan ketenangan. Kami terus meminta otoritas Israel untuk mengakhiri kebijakan menghancurkan rumah-rumah Palestina dan berhenti mengusir warga Palestina di Sheikh Jarrah dan di tempat lain di Tepi Barat," tegasnya.

Selama beberapa tahun terakhir, rumah-rumah milik warga Palestina di Sheikh Jarrah digusur oleh Israel.

Yeni Safak menyebut ada 218 keluarga yang terdiri dari 970 orang warga Palestina yang tinggal di lingkungan Yerusalem Timur, termasuk Sheikh Jarrah dan Silwan.

Tahun lalu, ketegangan meningkat di lingkungan itu setelah pengadilan Israel memerintahkan pengusiran beberapa keluarga Palestina demi pemukim Israel.

Sejak Kamis (17/2), pasukan Israel telah menutup lingkungan Sheikh Jarrah dengan penghalang besi dan membubarkan puluhan warga Palestina yang ambil bagian dalam demonstrasi untuk memprotes pendirian tenda oleh anggota parlemen sayap kanan Israel Ben Gvir di tanah pribadi Palestina di lingkungan itu sebagai kantornya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya